Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 yang melanda dunia memang telah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan, terutama perekonomian. Itu sebabnya hal tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi pertumbuhan anak-anak lantaran kekurangan gizi.
Berangkat dari kenyataan tersebut, Crystal of the Sea kembali menggelar acara webinar bersama pakar gizi sebagai bentuk edukasi agar orang tua bisa lebih mengerti tentang manfaat ikan dan ikan teri nasi (anchovy) khususnya pada tumbuh kembang si kecil.
Baca juga: Pentingnya Nutrisi Selama Pandemi dan Pascapandemi
“Crystal of the Sea berharap dengan adanya webinar ini para orang tua bisa lebih mengenal ragam ikan teri yang bergizi dan tentunya semua diambil dari lautan yang ada di Indonesia. Sebab di acara ini para orang tua diberikan wawasan seputar ikan mana yang layak dikonsumsi oleh si Kecil," ujar General Manager Crystal of the Sea, Kenji Kusuma.
"Selain itu acara ini diharapkan bisa menjawab kebutuhan masyarakat tentang pengolahan dan jenis ikan teri yang layak dikonsumsi dan beredar di pasar modern dan tradisional," tambah Director Distribution PT Mondial Dinamika Raharja, Amir Siaw Latif.
Menurut pakar gizi, dr. Putri Sakti DP,M.Gizi, Sp.GK, tulang merupakan organ yang sangat penting, dan kebutuhan kalsium dibutuhkan seumur hidup. Tulang sebagai penopang tubuh, tempat menempel otot untuk bergerak, pembentuk postur tubuh serta pelindung organ lain di dalam tubuh. Selain itu, tulang juga berfungsi untuk menyimpan mineral dan menghasilkan sel darah.
"Telah kita ketahui bahwa kalsium merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan untuk kepadatan tulang. Sayangnya, kalsium yang merupakan zat mineral utama yang dibutuhkan oleh tubuh terutama untuk kepadatan tulang, ternyata tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus didapatkan dari sumber lain. Kebutuhan ini bisa dipenuhi dengan makanan atau suplemen," ujar.
Berdasarkan data nutrition facts Aakre et al. Foods, 2020:9(10), 1516, ternyata Anchovy mengandung 382 mg kalsium dalam 100 gr nya. Angka itu lebih tinggi 15% dibandingkan dengan kalsium pada ikan sarden. Pada kelompok umur tertentu seperti 0-5 bulan, kalsium didapatkan dari ASI, dan setelah 6 bulan yaitu masa MPASI, asupan kalsium ini menjadi penting untuk didapatkan Si Kecil melalui makanannya. Dengan kebutuhan kalsium bertahap sesuai kelompok umurnya, yaitu 6-11 bulan, membutuhkan 270 mg kalsium, umur 1-3 tahun membutuhkan 650mg kalsium, umur 4-6 tahun membutuhkan 1000 mg kalsium dan 7-9 tahun 1000 mg kalsium.
"Risiko yang paling buruk jika kebutuhan kalsium ini tidak dapat terpenuhi adalah kesehatan tulang, gigi dan kuku serta stunting pada anak," ujarnya.
Banyak orang tua, lanjut dia juga masih membutuhkan pengetahuan tentang MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) yang dapat membantu dalam proses pemenuhan kalsium. Ikan teri nasi (anchovy) ternyata merupakan bahan makanan pendamping yang sangat bermanfaat karena memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi.
Ia menuturkan, ada beberapa cara memilih ikan untuk MPASI. Pertama, pilih ikan yang masih segar, kemudian, pilih ikan bertulang besar atau ikan bertulang lunak dan lembut, hindari ikan yang tinggi kandungan merkuri. Lalu, hindari ikan berpengawet, dan masaklah ikan hingga matang dan lunak. Adapun beberapa mineral dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tulang yakni kalsium, phosporus, vitamin D, protein, magnesium, vitamin B12, dan seng.
"Banyak orang tua yang mungkin mengabaikan cara membersihkan ikan teri, yang ternyata sangat penting. Ikan teri dari pasar tentu butuh pengolahan yang tepat sebelum disajikan untuk menghindari kerusakan. Sadar akan hal itu, maka itu, Crystal of the Sea menyediakan produk Ikan Teri yang sudah dalam bentuk bubuk ikan (food powder 100% anchovy) rendah sodium dan bebas formalin, selain itu sudah di sortir lebih dari 6 kali untuk memastikan bebas dari kotoran, sehingga produk sangat aman untuk dikonsumsi anak-anak mulai dari 6 bulan," ujar Kenji Kusuma. (RO/A-1)
Kekurangan asupan nutrisi bukan sekadar masalah fisik atau tubuh yang terlihat kurus. Lebih jauh, ketidakseimbangan gizi dapat mengganggu struktur fundamental otak.
Riset terbaru University of Bristol mengungkap makanan tanpa proses (unprocessed) membantu tubuh mengatur porsi makan secara alami dan mencegah obesitas.
Kesalahan nutrisi sering kali terjadi karena ketidaktahuan orangtua yang menganggap pola makan anak saat ini sebagai hal yang wajar.
Kesehatan otak seharusnya dirawat sejak dini melalui kebiasaan sehari-hari yang konsisten.
Asupan energi yang seimbang di pagi hari berperan dalam mendukung proses berpikir, daya ingat, serta kesiapan fokus anak saat belajar.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved