Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
YAYASAN Kanker Payudara Indonesia (YKPI) akan fokus untuk memberikan edukasi kepada generesi milenal karena kanker payudara mulai menyasar generasi milenial. Hal itu diungkapkan Ketua Umum YKPI Linda Agum Gumelar dalam webinar yang digelar YKPI bekerja sama dengan Rumah Millennials, Women Beyond dan Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Sabtu (16/1).
"Ada beberapa alasan mengapa milenial menjadi fokus kami ke depan. Pertama adalah kasus kanker payudara mulai menyasar generasi milenial yang berumur 20 tahun hingga 40 tahun," ungkap Linda.
Alasan berikutnya adalah jumlah generasi milenial yang 33 persen dari populasi atau sekitar 80 juta penduduk Indonesia. Karena itu, milenial menjadi fokus utama agar dapat menyiapkan generasi yang sehat, mandiri, cerdas, dan Tanah Air.
"Sesuai data dari Globocan 2020, ke depan akan terjadi peningkatan kasus kanker payudara di dunia dan Indonesia. Dari pertimbangan di atas, YKPI mengambil sikap dan melakukan upaya selain melainkan memberikan edukasi pada organisasi perempuan, juga menyasar para milenial," terang dia.
Dia menjelaskan sosialisasi itu juga untuk mengantisipasi lonjakan kasus-kasus baru ke depan. Hal yang memprihatinkan pada kasus kanker payudara adalah 70 persen pasien datang ke dokter sudah dalam stadium lanjut.
"Padahal bila kanker payudara diketahui sejak stadium awal dan langsung ditangani secara medis, harapan hidup pasien akan semakin tinggi. Untuk itulah sosialisasi tentang deteksi dini kanker payudara harus diketahui dan dilaksanakan sejak awal oleh setiap orang terutama kaum perempuan walau laki-laki pun bisa terdiagnosa kanker payudara,” jelas Linda.
Narasumber lainnya dr Iskandar menilai saalah satu tantangan generasi milenial saat ini adalah menjalani pola hidup yang sehat serta rajin berolahraga agar terhindar dari bahaya kanker payudara.
"Kaum milenial aktif di gawai tapi kurang gerak. Ini harus disadari mereka. Asupan makanan juga harus diperhayikan dengan mesti banyak makan makanan berserat dan sayuran serta buah kurangi lemak. Ingat kanker seperti benalu di pohon, selnya ada ditubuh kita," jelasnya.
Di sisi lain, Rektor UNPRI, Prof Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes, menyambut baik kegiatan sosialisasi daring itu. "Dengan sosialisasi ini, kami berharap dapat menambah pemahaman adik-adik generasi milineal mengenai deteksi dini kanker payudara dan juga bahaya serta cara pencegahannya,” kata Chrismis. (Ant/R-1)
Peneliti Universitas Airlangga mengembangkan turunan pinostrobin dari temu kunci yang berpotensi lebih efektif dan aman untuk terapi kanker payudara.
Dari studi tersebut, terdapat beberapa temuan utama terkait faktor gaya hidup setelah diagnosis kanker payudara dan pengaruhnya terhadap peluang kesembuhan ataupun kelangsungan hidup
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Kanker payudara masih jadi kasus tertinggi pada perempuan. Simak 8 langkah alami berbasis bukti ilmiah untuk menurunkan risiko, mulai dari olahraga hingga deteksi dini rutin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved