Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKJEN Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amiesyah Tambunan mengungkapkan vaksinasi covid-19 tidak berbeda dengan vaksinasi-vaksinasi virus lain yang sudah sering diberikan kepada masyarakat sebelumnya.
Oleh karena itu, ia meminta publik tidak khawatir atau cemas karena tidak ada efek samping yang berbahaya.
"Kita sudah berpengalaman divaksinasi sejak kecil. Pengalaman itu bisa menjadi modal bahwa vaksinasi covid-19 itu ya biasa-biasa saja. Tidak ada tanda-tanda yang membuat kita sakit atau kelainan macam-macam," ujar Amiesyah di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/1).
Baca juga : Ahli Virologi: Jangan Persoalkan lagi Kehalalan Vaksin Sinovac
Ia pun bersedia membantu pemerintah dalam upaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Bersama tokoh-tokoh publik dari bidang-bidang lainnya, Amiesyah dan MUI akan memberikan penjelasan secara jelas kepada masyarakat terkait pelaksanaan vaksinasi beserta manfaat yang menyertainya.
"Sosialisasi, edukasi itu penting agar masyarakat bisa memahami arti penting vaksinasi ini, memahami bagaimana menjaga diri, keluarga dan masyarakat secara koomunal," tuturnya. (OL-2)
Penandatanganan dilakukan di Kantor Pusat MUI, Jakarta, Selasa (10/3), dan MUI diwakili oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, K.H. Marsudi Syuhud.
LPEU MUI meluncurkan Program Perumahan Merah Putih, sebuah skema hunian berbasis syariah yang ditujukan bagi pekerja sektor informal, khususnya pengemudi ojek online
MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
MUI menilai perbedaan awal Ramadan 1447 H wajar secara teologis. Negara berwenang menetapkan melalui Sidang Isbat agar umat Islam seragam.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menyebut awal Ramadan 1447 Hijriah kemungkinan besar akan mengalami perbedaan di kalangan umat Islam Indonesia.
Ketika masyarakat diberdayakan dengan pengetahuan, teknologi, dan dukungan kebijakan yang tepat, mereka dapat menjadi penggerak utama transformasi lingkungan.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved