Rabu 13 Januari 2021, 14:10 WIB

Ahli Virologi: Jangan Persoalkan lagi Kehalalan Vaksin Sinovac

Atalya Puspa | Humaniora
Ahli Virologi: Jangan Persoalkan lagi Kehalalan Vaksin Sinovac

Antara
Vaksinasi

 

AHLI Virologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Mohamad Saifudin Hakim meminta masyarakat untuk tidak lagi mempersoalkan kehalalan vaksin Covid-19 Sinovac. Sebab, MUI telah mengeluarkan fatwa halal yang menjamin vaksin covid-19 buatan China tersebut terbebas dari unsur najis.

“Masyarakat sebaiknya tidak lagi mempermasalahkan halal-haram karena MUI sudah menetapkan vaksin Sinovac halal dan suci. Jadi, seharusnya tidak perlu lagi ada gejolak untuk menolak vaksin,” katanya dilansir dari laman resmi UGM, Rabu (13/1).

Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKM) UGM ini menyampaikan bahwa gerakan penolakan terhadap program vaksinasi telah ada dari dulu. Gerakan penolakan ini akan terlihat lebih gencar ketika muncul program vaksinasi jenis baru yang ditetapkan oleh pemerintah.

“Ada kelompok anti vaksin garis keras yang mau diberi penjelasan sebaik apapun mereka akan menolak vaksinasi dengan bermacam alasan. Tidak hanya menolak karena aspek halal-haram saja, tapi keamanan, efektivitas, background anti-medis, dan lainnya akan selalu dijadikan alasan,” papar anggota tim Lab Covid-19 FKKMK UGM ini.

Baca juga : Mayoritas Anggota Komisi IX DPR Setuju Vaksinasi Covid-19

Kendati begitu, ada kelompok yang menolak program vaksinasi dikarenakan kebimbangan. Golongan ini disebutkan Hakim menolak mendapatkan vaksin karena adanya miss-informasi yang diterima. Namun, mereka biasanya akan mau menerima vaksin saat diberikan penjelasan secara rasional terkait keamanan dan efektivitas vaksin.

Hakim kembali mengimbau masyarakat untuk menghentikan polemik halal-haram vaksin Sinovac. Pasalnya, MUI telah menyelesaikan semua prosedur dan tahap pemeriksaan vaksin hingga menetapkan vaksin halal dan suci.

“Sebelum mengeluarkan fatwa, MUI telah melakukan studi dengan melihat langsung proses produksi dan mengkajinya. Kehalalan vaksin sudah diterbitkan dan saat ini tinggal menanti kepastian kemanan vaksin dari BPOM,” terangnya.

Hakim menyampaikan BPOM masih terus mengkaji efektivitas dan efek samping vaksin Sinovac hingga dinyatakan aman untuk diberikan ke masyarakat. Ia menjelaskan jika semua vaksin memiliki potensi efek samping. Terdapat dua efek samping utama yang biasanya muncul setelah pemberian vaksin. Pertama, efek samping lokal seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan di sekitar tempat suntikan. Kedua, efek samping sistemik seperti timbulnya demam.

“Semua vaksin tidak ada yang 100 persen aman, pasti ada efek samping tertentu. Tetapi dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh dari vaksinasi, manfaat tersebut jauh lebih besar daripada efek sampingnya,” tuturnya. (OL-2)

 

 

Baca Juga

Ist

AH YAT Abalone Forum Restaurant Malang Siap Sajikan Paket Imlek

👤mediaiindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 13:28 WIB
Untuk perayaan tahun baru Imlek ini, AH Yat Abalone Malang menawarkan dengan package family dinner dan individual dinner yang dapat...
AFP

KIPI: Semua Penerima Vaksin Covid-19 Sehat

👤Anggitondi Martaon 🕔Rabu 20 Januari 2021, 13:27 WIB
Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-imunisasi (Komnas KIPI) menyebutkan tidak ada dampak serius paska imunisasi covid-19. Program...
MI- Kristiadi/Humas Basarnas Bandung

Longsor Cihanjuang, Perlu Penguatan Mitigasi

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 20 Januari 2021, 13:20 WIB
Drainase yang tidak baik juga menjadi faktor yang mengakibatkan mudahnya kemungkinan longsor apabila terjadi curah hujan yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya