Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau agar orang tua memerhatikan waktu imunisasi anak agar tepat waktu. Hal itu dilakukan agar imunitas anak tertap terjaga. Apabila catatan riwayat imunisasi anak hilang, maka anak harus melakukan imunisasi ulang sebagai langkah antisipasi agar tidak tertular penyakit.
"Imunisasi double, misalnya sudah imunisasi tapi lupa dan akhirnya imunisasi lagi. Itu tidak berbahaya. Asal jaraknya jauh. Segera lengkapi. Kalau lupa mendingan minta diulang supaya lengkap. Karena makin lama jaraknya, risiko terutular penyakitnya makin besar," kata Sekretaris Satgas Imunisasi IDAI Soedjatmiko dalam Instagram live bersama IDAI, Kamis (17/12).
Terkait dengan adanya situasi pandemi, ia mengimbau agar orang tua tetap mengikuti rencana pemberian imunisasi yang telah dirancang oleh dokter. Apabila terlambat dalam waktu yang lama, rencana kejar imunisasi dapat dilakukan atas saran dokter.
"Bisa dikejar. Tidak ada kata terlambat. Umur berapapun harus dikejar. Tidak ada kata terlambat," katanya.
Kalaupun jadwalnya mundur, sahut Soedjatmiko, jangan sampai terlalu lama. "Mmaksimal 1 sampai 4 hari. Karena kalau makin mundur kekebalan tubuh akan menurun," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, imunisasi dapat melindungi si kecil dari penyakit infeksi lain selain covid-19, seperti hepatitis, polio, tuberkulosis, campak, difteri, meningitis, rubella, dan cacar. Satuan Tugas Imunisasi IDAI secara berkala meninjau ulang jadwal imunisasi untuk anak di Indonesia dengan mempertimbangkan perkembangan berbagai program imunisasi di Indonesia dan rekomendasi WHO.
Jadwal imunisasi rekomendasi IDAI tahun 2020 ini mempertimbangkan WHO position paper terbaru untuk berbagai vaksin, Permenkes No 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan imunisasi, dan kebijakan Kemenkes terkait program imunisasi global, antara lain, eradikasi Polio (erapo), eliminasi Tetanus Neonatorum (ETN), pengendalian campak rubella, pencegahan pneumonia, pencegahan kanker leher rahim dan pencegahan Japanese Ensefalitis. (H-2)
Berbeda dengan demam biasa, kondisi pasien Kawasaki tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi antibiotik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Alih-alih menghambat pertumbuhan, latihan beban justru memberikan manfaat signifikan bagi anak-anak.
Dari sisi keamanan, penggunaan wajah anak sebagai input data AI dinilai sangat rentan terhadap tindak kejahatan digital.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Difteri masih berbahaya dan bisa muncul diam-diam. Kenali gejala awal, cara penularan, dan risiko fatal penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Para orangtua diingatkan untuk mewaspadai penyakit umum selama masa liburan dengan melengkapi imunisasi, terutama penyakit respiratori.
Imunisasi dengan Palivizumab direkomendasikan oleh IDAI untuk mencegah bayi yang lahir prematur mengalami penurunan kesehatan karena infeksi RSV.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved