Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Gadjah Mada akan memberikan gelar Doktor Honoris Causa atau Doktor Kehormatan kepada seorang pemerhati wayang, Solichin.
Pemberian gelar doktor kehormatan itu akan disampaikan dalam sebuah upacara akademik yang diselenggarakan secara luring di Balai Senat kampus setemat, Jumat (18/12).
Dalam upacara ini, Solichin akan diwakili anaknya untuk menerima ijazah. Sementara Solichin akan menyampailkan pidato penerimaan gelar secara daring.
Baca juga: Aspek Integritas Jadi Penentu Kemajuan Sekolah
Salah satu anggota Tim Promotor, Prof Mukhtasar Syamsuddin mengatakan pemberian gelar Doktor HC kepada Solichin menunjukkan komitmen UGM kepada tokoh pengembang kebudayaan.
Solichin dikenal sebagai pemerhati dan pengembang filsafat wayang.
"Pemberian DHC ini membuktikan komitmen UGM dalam mengembangkan kebudayaan Indonesia dan nilai-nilai Kerakyatan, serta Pancasila," kata Mukhtasar kepada wartawan, Kamis (17/12).
Solichin yang kini menjabat Ketua Dewan Kehormatan Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi) akan menyampaikan pidato ilmiah yang berjudul Memajukan Filsafat Wayang Sistematis dan Dunia Pewayangan di Indonesia.
Pidato itu akan menyampaikan soal Filsafat Wayang dikembangkan dari kebudayaan asli Indonesia, yaitu Pancasila dengan nilai-nilainya yang tergali dari dalam kebudayaan bangsa Indonesia sendiri.
Mukhtasar menjelaskan salah satu kontribusi Solichin dalam bidang pendidikan adalah mentransformasi dunia pewayangan dari seni pergelaran ke dunia akademik melalui pendidikan filsafat wayang.
Bagi filsafat UGM, katanya, kontribusi beliau sangat signifikan dalam pengembangan Filsafat Wayang Sistematis dan kritis yang memungkinkan sebagai salah satu unsur kekayaan Filsafat Nusantara berkembang terus secara dinamis.
"Beliau juga menghasilkan banyak buku, termasuk ensiklopedia wayang bersama penulis lain," katanya.
Sementara dari sisi budaya, tambahnya, Solichin mampu mengantarkan wayang menjadi seni budaya Indonesia yang diakui UNESCO sebagai a
Masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity. (OL-1)
LONGSORNYA gunungan sampah di TPST Bantargebang yang mengewaskan 7 orang pada 8 Maret lalu menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak lagi sekedar isu lingkungan.
KOMISI Informasi Pusat mengabulkan sebagian permohonan sengketa informasi yang diajukan kelompok Bongkar Ijazah Jokowi terhadap UGM terkait ijazah Jokowi
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Pakar kebencanaan UGM Dwikorita Karnawati menjelaskan lubang raksasa di Aceh Tengah bukan sinkhole, melainkan mahkota longsoran akibat gerakan tanah dan erosi yang terus berkembang.
Akankah fakta baru itu akan mempercepat proses hukum yang sedang berlangsung? Ke mana pula arah penyelesaian kasus yang telah lama memicu kegaduhan dan keterbelahan publik itu?
Pakar dari UGM mengomentari kebijakan penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang disebut dilakukan untuk memutakhirkan data penerima bantuan.
Megawati Soekarnoputri menerima gelar doktor kehormatan (Honoris Causa) dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU) di Riyadh, Arab Saudi, Senin (9/2) waktu setempat.
Pep Guardiola menerima gelar doktor kehormatan itu dari rektor Universitas Manchester dalam sebuah upacara sebagai penghormatan atas kesuksesannya besama Manchester City.
PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan menekankan hubungan hangat negaranya dengan Malaysia selama kunjungan ke negara Asia Tenggara tersebut pada Senin (10/2).
Mel B, yang kini aktif berkampanye kelawan KDRT, menerima gelar doktor honoris causa itu dari Leeds Beckett University, Senin (15/7).
Andap mendapatkan gelar doktor kehormatan atas jasanya dalam mengembangkan bidang ilmu teknologi kinerja untuk mendukung penerapan tata nilai organisasi.
PAKAR maritim Indonesia Marcellus Hakeng Jayawibawa mendapat anugerah doktor kehormatan (honoris causa/HC) dari CMR University India.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved