Selasa 15 Desember 2020, 17:30 WIB

IDI: Total 369 Tenaga Kesehatan Wafat Karena Covid-19

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
IDI: Total 369 Tenaga Kesehatan Wafat Karena Covid-19

ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Tenaga medis memberikan penghormatan pada jenazah Kepala Puskesmas Banjarsari Dokter Usman yang meninggal akibat covid-19, Senin (26/10)

 

Tim Mitigasi IDI mengumumkan pembaruan data tenaga medis yang wafat akibat Covid 18. Dari Maret hingga pertengahan Desember 2020 ini, terdapat total 369 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi Covid, yang terdiri dari 202 dokter dan 15 dokter gigi, dan 142 perawat.

Terkait kenaikan jumlah kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan ini, Tim Mitigasi PB IDI, Dr Adib Khumaidi, menyebut salah satu dampak dari peningkatan jumlah penderita covid baik yang dirawat maupun yang OTG (Orang Tanpa Gejala). Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) yang baru saja selesai juga menjadi potensi fluktuasi naiknya angka penularan covid. "Kami menghinbau masyarakat dan kepala daerah serta pendukungnya untuk menghindari proses aktifitas yang melibatkan berkerumunnya massa. Dan bagi setiap orang untuk memeriksakan kesehatannya apabila terdapat gejala, dan melakukan testing meskipun juga tanpa gejala," kata Adib dalam keterangan resmi, Selasa (15/12).

Baca juga: Indonesia Siap Implementasi Program Pengurangan Emisi Karbon

Tim Mitigasi IDI berharap para pemimpin daerah yang terpilih untuk memprioritaskan penanganan Pandemi Covid dengan meningkatkan upaya preventif dan kemampuan layanan fasilitas kesehatan seraya melindungi para tenaga medis dan kesehatan. "Tim Mitigasi IDI juga menghimbau masyarakat agar meski vaksin Covid sudah tersedia, namun untuk perlindungan maksimal maka setiap orang harus tetap menjalankan protokol kesehatan karena situasi penularan Covid di Indonesia saat ini sudah tidak terkendali," sebutnya

Dia menambahkan, tingginya lonjakan pasien Covid serta angka kematian tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi peringatan kepada kita semua untuk tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan (3M). "Dengan mengabaikan protokol kesehatan, maka Anda tidak hanya mengorbankan keselamatan diri sendiri namun juga keluarga dan orang terdekat termasuk orang di sekitar. Pandemi ini akan berlalu dengan kerjasama seluruh pihak," paparnya.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Dr Drg Sri Hananto Seno juga menghimbau masyarakat agar memperhatikan kebersihan gigi dan mulutnya untuk menghindari penularan Covid. "Selain menjaga imunitas tubuh, perlu diperhatikan juga kebersihan mulut dan gigi terutama mengingat penularan utama Covid adalah melalui droplet atau cairan dari mulut. Tetap gunakan masker baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, rajin mencuci tangan, dan jaga jarak," jelasnya

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)  Harif Fadhilah, menjelaskan bahwa berdasarkan data, selain perawat yang bertugas di Rumah Sakit, para petugas kesehatan (perawat) yang bertugas di Puskesmas merupakan yang gugur terbanyak kedua.

Hal ini menandakan bahwa Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama masih memiliki perlindungan yang kurang memadai bagi tenaga kesehatan. "Kami berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Dinas Kesehatan daerah setempat yang bertanggung jawab terhadap pelayanan Puskesmas juga meningkatkan perlindungan di fasilitas kesehatan tersebut dengan menyediakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan jumlah yang memadai serta perlengkapan fasilitas lainnya untuk mengatasi jumlah lonjakan pasien Covid yang saat ini banyak terjadi di hampir semua wilayah di Indonesia," tegas Harif.

Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 107 dokter umum (4 guru besar), dan 92 dokter spesialis (7 guru besar), serta 2 residen, dan 1 dalam verifikasi yang keseluruhannya berasal dari 24 IDI Wilayah (provinsi) dan 92 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).

Berdasarkan data propinsi:

Jawa Timur 41 dokter, 2 dokter gigi, dan 40 perawat, DKI Jakarta 32 dokter, 5 dokter gigi dan 21 perawat,

Sumatra Utara 24 dokter dan 3 perawat, Jawa Barat 19 dokter, 4 dokter gigi, dan 19 perawat,

Jawa Tengah 21 dokter dan 21 perawat, Sulawesi Selatan 7 dokter dan 3 perawat, Banten 7 dokter dan 2 perawat, Bali 6 dokter, di Aceh 6 dokter dan 2 perawat, Kalimantan Timur 5 dokter dan 3 perawat, Riau 5 dokter,

DI Yogyakarta 6 dokter dan 2 perawat,

Kalimantan Selatan 4 dokter, 1 dokter gigi, dan 6 perawat, Sumatra Selatan 4 dokter dan 5 perawat, Kepulauan Riau 3 dokter dan 2 perawat, Sulawesi Utara 3 dokter.

Nusa Tenggara Barat 2 dokter dan 1 perawat, Sumatra Barat 1 dokter, 1 dokter gigi, dan 2 perawat, Kalimantan Tengah 1 dokter dan 2 perawat, Lampung 1 dokter dan 1 perawat, Maluku Utara 1 dokter dan 1 perawat, Bengkulu 1 dokter, Sulawesi Tenggara 1 dokter dan 2 dokter gigi, Papua Barat 1 dokter, Papua 2 perawat, Nusa Tenggara Timur 1 perawat, Kalimantan Barat 1 perawat, serta DPLN (Daerah Penugasan Luar Negeri) Kuwait 2 perawat. (H-3)

Baca Juga

Antara

Kemkes Percepat Vaksinasi Booster di Jabodetabek Antisipasi Lonjakan Omikron

👤Ant 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:54 WIB
Menkes menuturkan sebagian besar atau lebih dari 90 persen transmisi lokal varian omikron akan terjadi di...
Antara

174 Bencana Melanda Indonesia Sepanjang 2022

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:10 WIB
Bencana terbanyak, yakni banjir dengan 90 kejadian, cuaca ekstrem dengan 55...
MI/ Lina Herlina

119,7 Juta Orang Telah Divaksinasi Lengkap

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 16 Januari 2022, 23:05 WIB
Indonesia menargetkan 208,2 juta penduduk menerima vaksin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya