Senin 14 Desember 2020, 20:05 WIB

KLHK : Proper 2020 Turunkan 131 Juta Ton Karbon

Atalya Puspa | Humaniora
KLHK : Proper 2020 Turunkan 131 Juta Ton Karbon

Antara
Menteri LHK Siti Nurbaya (kanan) menyerahkan penghargaan PROPER Emas 2020 kepada perwakilan direksi PT Adaro Indonesia, Senin (14/12).

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan Anugerah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Tahun 2020.  Dari total 2.038 perusahaan, sebanyak 125 perusahaan meraih peringkat Proper Hijau dan 32 perusahaan mendapat predikat Proper Emas.

"Anugerah Proper diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang menunjukkan ketaatan terhadap peraturan perundangan pengelolaan lingkungan hidup," kata Menteri LHK Siti Nurbaya, Senin (14/12).

"Kami mengapresiasi meskipun dalam pandemi covid-19 kinerja perusahaan tetap dijaga dan dipertahankan. Ketaatan perusahaan terhadap peraturan LHK mencapai 88%. Ini naik dibanding 2019 yang hanya mencapai 85%," kata Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dalam acara Penganugerahan Proper 2020 yang dilaksanakan secara virtual, Senin (14/12).

Penilaian Proper periode 2019 – 2020 diikuti sebanyak 2.038 perusahaan. Berdasarkan evaluasi Tim Teknis dan pertimbangan Dewan Pertimbangan Proper ditetapkan peraih peringkat EMAS sebanyak 32 perusahaan, HIJAU 125 perusahaan, BIRU 1.629 perusahaan, MERAH 233 perusahaan, HITAM 2 perusahaan, dan 16 perusahaan tidak masuk peringkat karena tidak beroperasi, 1 perusahaan sedang dalam penegakan hukum.

Peserta Proper 2020 terdiri dari 972 agroindustri, 584 Manufaktur Prasarana Jasa, dan 482 Pertambangan Energi Migas.

Tahun ini, KLHK melalui penilaian Proper menambahkan kriteria sensitifitas dan daya tanggap perusahaan terhadap kebencanaan dalam penilaian aspek pemberdayaan masyarakat. Kriteria ini pada dasarnya meminta komitmen pimpinan perusahaan untuk memberikan perlindungan kepada karyawannya sehingga tidak melakukan pemutusan hubungan kerja.

Siti mengungkapkan, tercatat juga bahwa sepanjang 2020, terdapat 80 inovasi baru yang dilakukan perusahaan dalam berbagai bidang, mulai dari pengendalian lingkungan hingga sumbangsih terhadap masyarakat. "Angka tersebut meningkat 2% dari 2019," tambahnya.

Dalam kaitan elemen emisi gas rumah kaca (GRK), imbuhnya, Program Forest Carbon Partnership Facilities-Carbon Fund (FCPF-CF) Kalimantan Timur melaporkan sudah sudah menurunkan 22 Juta ton GRK dan telah dinilai dan pembayaran berbasis kinerja (RBP) ditaksir mencapai US$110 juta. "Adapun hasil emisi GRK selama 2020 dari upaya dunia usaha sebanyak 131 juta ton," kata Menteri Siti.

Ia menegaskan, angka itu ialah jumlah yang cukup besar, belum lagi pada aspek hemat energi atau efisiensi 430 Juta Giga Joule serta efisiensi air hingga 340 Juta m3 dan pengurangan limbah hingga 21 ribu ton. Angka-angka tersebut memiliki arti penting sebagai prestasi dunia usaha, sebagai wujud nyata partnership nonstate actor dalam pengendalian perubahan iklim.


Green leadership
Lebih lanjut, Menteri Siti mengatakan, berdasarkan hasil kerja dan keputusan Dewan Pertimbangan Proper dari tahun ke tahun juga dapat diperoleh pemetaan kepemimpinan perusahaan. Hal ini perlu ditindaklanjuti dengan memberikan penghargaan kepada pimpinan perusahaan yang memenuhi kriteria Green Leadership.

“Selain membawa perubahan di lingkungan karyawannya dan masyarakat sekitar, kita juga berharap Green Leader ini mampu menjadi corong dunia usaha Indonesia dalam forum-forum lingkungan Internasional. Pada kesempatan ini juga, saya meminta kepada Dewan Pertimbangan Proper untuk green leadership korporat,” kata Menteri Siti.

Selanjutnya, Siti mendorong forum-forum ilmiah dilembagakan dimana para pihak menganalisa data kinerja industri dan mensintesakan secara ilmiah kontribusi dan kemajuan dunia usaha indonesia untuk menjawab isu-isu global seperti Green Industry, Sustainable Development Goals, penerapan Circular Economy, keberhasilan Sustainable Consumption, Social Innovation dan isu-isu lingkungan lainnya.

"Dengan demikian, kekokohan posisi Indonesia dalam menjawab isu global tersebut akan terlihat jelas, dan mudah dikomunikasikan ke dunia internasional. Kita lawan itu antek asing soal perubahan iklim," seru Siti. (H-2)

Baca Juga

AFP

Puan Apresiasi Jokowi Soal Penurunan Harga Tws PCR

👤Ant 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 23:58 WIB
Pasalnya, harga tiket transportasi massal banyak yang lebih murah dari harga tes...
Dok Setwapres

Wapres akan Hadiri Koferensi Nasional FKUB ke-6 di Sulut

👤Ant 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 23:24 WIB
Dia berharap, seluruh elemen masyarakat Kota Tomohon terus menjaga dan membina suasana hidup rukun dan...
Dok MI

Pemerintah Siap Kendalikan Mobilitas Jelang Libur Natal

👤Ant 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 23:12 WIB
Antisipasi dilakukan mengingat upaya pemerintah dalam mengendalikan kasus COVID-19 sampai saat ini sudah berjalan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Era Penuh Harapan di Dusun Bondan

Energi terbarukan mengangkat Dusun Bondan di Cilacap dari keterpurukan. Kini, warga selangkah lagi menggapai kesejahteraan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya