Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berupaya meningkatkan kualitas dan mutu Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia. Pasalnya, sekitar 57% PT di Indonesia masih terakreditasi C.
Banyak upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu PT di Indonesia. Mulai dari penguatan kualitas dosen, program penguatan mutu, peningkatan anggaran, hingga menfasilitasi PT akreditasi C untuk merger.
"Kalau bersedia merger sangat baik. Karena PT makin cepat maju. Tidak terlalu banyak PT, tetapi besar-besar dan bermutu tentu lebih baik. Daripada banyak, tetapi kecil-kecil," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam saat dihubungi, Selasa (08/12).
Baca juga: Perguruan Tinggi Perlu Jalin Banyak Kerja sama Internasional
Menurutnya, PT terakreditasi C dan sangat kecil sebaiknya melakukan merger. Sehingga, PT bisa lebih besar, sehat kembali dan bermutu. Adapun PT yang sudah terakreditasi A atau B, juga didorong menjadi PT kelas dunia.
Upaya itu melalui akreditasi internasional, penguatan publikasi di jurnal internasional dan kemitraan dengan PT kelas dunia.
"Jadi ysang sudah sehat dan berkembang kita dorong untuk semakin maju dan berkelas dunia. Yang sakit kita sehatkan melalui pembinaan, pembimbingan dan pendampingan,” imbuh Nizam.
Baca juga: Ringankan Beban PJJ, Kemendikbud Terjunkan Mahasiswa
Akan tetapi, tidak semua PT yang terakreditasi C didorong untuk merger. Menurutnya, ada kriteria lain yang menjadi bahan pertimbangan pemerintah.
Dalam memfasilitasi dan mendorong peningkatan mutu PT, pemerintah pun menghadirkan PT asing ke Indonesia. Tujuannya, meningkatkan kerja sama, serta membuat PT di Indonesia kian kompetitif.
Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp500 miliar pada 2021 untuk program Kompetisi Kampus Merdeka bagi PT negeri dan swasta.(OL-11)
Saksi Sutanto ungkap peran dominan Jurist Tan dalam sidang korupsi pengadaan laptop Kemendikbudristek yang menyeret nama Nadiem Makarim.
Dalam persidangan, terlihat juga istri Nadiem, Franka Franklin, serta ibunda Nadiem, Atika Algadrie, yang sudah hadir dan menyambut Nadiem sejak masuk ke ruang sidang.
KEMAMPUAN membaca bukan bawaan lahir. Otak manusia tidak dirancang untuk itu. Itu ialah penemuan budaya yang baru
Penulisan sejarah pun perlu melakukan analisis dan ditulis dengan kritis dan pemikiran yang terbuka.
Suap dan gratifikasi di sektor pendidikan biasanya terjadi karena adanya orang tua murid memaksakan anaknya masuk sekolah tertentu.
Harli menegaskan Kejagung belum menentukan tersangka dalam kasus ini. Perkaranya masih menggunakan surat perintah penyidikan (sprindik) umum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved