Sabtu 17 Oktober 2020, 14:41 WIB

Ringankan Beban PJJ, Kemendikbud Terjunkan Mahasiswa

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Ringankan Beban PJJ, Kemendikbud Terjunkan Mahasiswa

Antara/Arif Firmansyah
Sejumlah siswa menggunakan gawai untuk mengerjakan tugas sekolah di Kota Bogor, Jawa Barat.

 

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali meluncurkan Program Mengajar dari Rumah, yakni gerakan sukarela (voluntary) yang diikuti mahasiswa.

Program ini bertujuan meringankan beban orang tua dan guru dengan cara mengajar peserta didik. Ini untuk jenjang PAUD/TK, SD/MI dan SMP/MTs di lingkungan masing-masing.

Kegiatan Mengajar dari Rumah diinisiasi Badan Pengurus Pusat Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud. Serta, menjaring relawan dari mahasiswa dan alumni Bidikmisi, kemudian mahasiswa pada umumnya.

Baca juga: Kemendikbud Minta Masyarakat Pantau Bantuan Kuota Data Internet

Para mahasiswa terjun langsung mengajar di lingkungan terkecil. Dimulai dari tingkat RT/RW, kampung, hingga desa. Lokasi kegiatan bisa di rumah atau tempat strategis lain. Tentuya dengan jumlah peserta yang terbatas, agar protokol kesehatan tetap berjalan.

“Saya kagum dengan mahasiswa dan alumni yang terlibat. Di tengah tantangan dan keterbatasan, kalian berjiwa besar dan tanpa pamrih membantu masyarakat dengan cara mengajar dari rumah,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam keterangan resmi, Sabtu (17/10).

“Kalian meringankan beban para murid, guru dan orang tua dengan memastikan pembelajaran tetap berlangsung. Saya dapat laporan, banyak relawan angkatan pertama yang ingin melanjutkan darma baktinya,” imbuh Nadiem.

Baca juga: WEF: Banyak Anak Muda Berpikir Belajar Daring Jadi Permanen

Dari 3803 pendaftar, telah dipilih 750 relawan muda yang bertugas pada Program Mengajar dari Rumah Angkatan Kedua. Program itu berlangsung pada 18 Oktober-17 November 2020. Sebelumnya, relawan angkatan pertama telah menyelesaikan tugas pada 17 Agustus-16 September 2020 lalu.

Nadiem mengingatkan bahwa mahasiswa perlu membawa misi perubahan perilaku untuk menekan penyebaran covid-19. Khususnya, perilaku sederhana 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Baca juga: KPAI: Banyak Anak Alami Kekerasan Fisik dan Psikis Saat Pandemi

“Semoga kalian bisa memberi pemahaman kepada masyarakat. Supaya budaya baru hidup sehat dan saling jaga bisa kita tanamkan,” pungkasnya.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menilai perubahan perilaku sangat penting untuk mencegah penularan covid-19. Data per September, BPS menemukan 17% warga Indonesia merasa tidak mungkin terpapar covid-19.

Angka ini cukup tinggi dan berpotensi memperluas penyebaran covid-19, jika tidak dilakukan sosialisasi perubahan perilaku. “Makin banyak yang tidak patuh protokol kesehatan, bisa meningkatkan yang terpapar covid-19. Ini fatal. Edukasi perubahan perilaku tanggung jawab kita semua,” tutur Doni.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Siswa SMP di Tarakan Bunuh Diri, KPAI Minta PJJ Dievaluasi

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:30 WIB
KPAI akan bersurat pada pihak-pihak terkait untuk pencegahan dan penanganan peserta didik yang mengalami masalah mental dalam menghadapi...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Satgas Covid-19: Kasus Aktif di Indonesia Makin Menurun

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 09:33 WIB
Prof Wiku Adisasmito mengatakan jumlah kasus aktif di Indonesia sebanyak 60.569 atau 14,9%. Kondisi di Indonesia ini sangat baik jika...
AFP/Luka Gonzales

Akselerasi Persiapan Logistik dan SDM untuk Vaksinasi Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 09:20 WIB
Wiku menyebut jumlah SDM yang dipersiapkan sebanyak 739.722 orang. Serta vaksinator di Puskesmas dan rumah sakit sebanyak 23.145 orang atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya