Jumat 16 Oktober 2020, 00:25 WIB

Perguruan Tinggi Perlu Jalin Banyak Kerja sama Internasional

Thomas Harming Suwarta | Humaniora
Perguruan Tinggi Perlu Jalin Banyak Kerja sama Internasional

Dok. UKI
Anggota Wantimpres Angung Laksono dalam Dies Natalis UKI secara virtual

 

ANGGOTA Dewan Pertimbangan Presiden RI, Agung Laksono menegaskan pentingnya kerjasama internasional bagi perguruan tinggi di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Agung saat memberikan orasi ilmiah virtual dalam Sidang Terbuka Senat perayaan Dies Natalis ke 67 Universitas Kristen Indonesia, Kamis (15/10)

“Kerjasama dapat dilakukan baik dengan pihak luar negeri dan dalam negeri untuk menuju Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul. Kerjasama dengan lembaga yang berhubungan dengan tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi dengan lembaga internasional seperti pertukaran dosen dan mahasiswa dengan didukung seluruh sivitas akademika,”ujar Agung.

Ia mengingatkan, pentingnya UKI bekerjasama dengan pihak lembaga lain dalam hal pendanaaan terutama pada proses penelitian dan pengembangan tenaga pendidik serta mahasiswa. Tentu saja kemampuan infrastruktur yang memadai menjadi salah satu syarat untuk bekerjasama dengan lembaga internasional.

"Digitalisasi menjadi hal penting untuk mendukung proses belajar. Salah satunya jurnal internasional dapat diakses oleh sivitas akademika UKI, “tutur alumni FK UKI ini.

Sidang Terbuka Senat perayaan Dies Natalis ke 67 UKI dilakukan secara daring sebagai upaya mematuhi protokol kesehatan dan mengantisipasi penyebaran Covid-19. Dalam kesempatan ini Rektor UKI Dhaniswara K. Harjono menambahkan, pada peringatan ulang tahun Universitas Kristen Indonesia ke - 67 tahun, UKI mengusung tema Digitalisasi dan Internasionalisasi menuju Akreditasi Perguruan Tinggi Unggul.

Dalam hal ini, kata dia, UKI mempersiapkan mahasiswa-mahasiswanya untuk menjadi Sumber Daya Manusia yang berdaya saing di pasar kerja. Dijelaskan dia bahwa pada 2020 ini Universitas Kristen Indonesia mengutamakan kegiatannya untuk memfasilitasi pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dengan membangun Program Digitalisasi yang mendukung sepenuhnya pelaksanaan Tridarma di Universitas Kristen Indonesia secara Daring.

"Maka tentu saja dalam kondisi seperti ini seluruh Sivitas Akademika UKI diharuskan untuk lebih kreatif dan inovatif," katanya.

Kegiatan Internasionaliasi pun, lanjutnya, tetap berlangsung dengan baik dengan melakukan komunikasi secara online yang tidak mengenal batas negara dengan berbagai institusi di luar negeri agar tetap menjadikan Universitas Kristen Indonesia sebagai perguruan Tinggi yang bertaraf Internasional.

Baca juga : Untar Gelar Pertukaran Mahasiswa Nusantara 2020

Sebelumnya dalam rangka Dies Natalis ini sudah dilaksanakan Webinar yang menghadirkan pembicara yaitu Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbud Nizam, dan Guru Besar Tetap UKI Retno Wahyuningsih.

"Saat ini kita berada di era Revolusi Industri 4.0 yang berpotensi memunculkan lapangan pekerjaan yang baru berbasiskan teknologi digital. Semangat Kampus Merdeka di era digital adalah agar mahasiswa mempunyai kompetensi yang luas sesuai kebutuhan dunia kerja dengan memanfaatkan teknologi ,” ujar Nizam.

Diingatkan Nizam agar mahasiswa harus mampu dberpikir kritis, kreatif dan inovatif, memiliki semangat bergotong-royong, berwawasan bhinneka tunggal ika dan menghargai adanya perbedaan.

"Maka Kampus modern ialah kampus yang mendorong kreativitas mahasiswanya. Seluruh Sivitas Akademika UKI diharapkan menggairahkan semangat untuk maju membangun Indonesia Jaya dan berdaulat di bidang teknologi dan pengetahuan serta membawa kesejahteraan bagi masyarakat luas," tukasnya.

Ditambahkan Guru Besar UKI Retno Wahyuningsih agar kampus harus mampu menghasilkan Sumber Daya Manusia unggul di era digital. Salah satu hal yang disoroti pentingnya untuk memberikan penghargaan dan dukungan terhadap dosen peneliti.

“Penghargaan kepada dosen peneliti diberikan dalam wujud nyata dan tidak nyata. Seluruh sivitas akademika memperlihatkan seorang dosen peneliti berharga bagi institusinya. Dana penelitian pun disesuaikan dengan perkembangan jaman. Jalan termudah untuk mencapai tataran internasional adalah melakukan penelitian kolaborasi. Namun untuk menjadi peneliti bereputasi internasional memerlukan waktu yang lama dan penuh rintangan, “ jelasnya.

Dies Natalis UKI kali ini juga dimeriahkan dengan adanya berbagai perlombaan yang dilaksanakan secara online antara lain Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa, Lomba Debat Mahasiswa, Penerbitan Buku Karya Ilmiah Dosen UKI Jakarta 2020, Lomba Podcast, Fotografi dan Short Movie, Lomba Usaha Kreatif dan Produk Inovatif.

Semangat perayaan Ulang Tahun UKI semakin bertambah dengan Dies Natalis UKI Awards 2020, yaitu penghargaan bagi insan tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa UKI yang berprestasi. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/Olha Mulalinda

Komorbid Jadi Penyebab Terbanyak Kematian Pasien Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 07:56 WIB
Komorbid menjadi penyebab terbanyak kematian pasien covid-19 di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi...
Dok Book My Show

Bersepeda Sembari Beramal di Bike for Hope

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 06:21 WIB
Tujuan utama dari acara Bike for Hope adalah donasi untuk pekerja seni yang terkena dampak...
MI/Adam Dwi

Suryopratomo Mimpi Jadi Pemain Sepak Bola

👤Suryani Wandari Putri 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 04:40 WIB
WARTAWAN senior Suryopratomo, 59, tak pernah sekalipun memimpikan menjadi Duta Besar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya