Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membuka layanan laboratorium riset untuk industri yang dikupas dalam webinar bertajuk ‘Layanan Laboratorium Riset Terintegrasi untuk Industri’.
Layanan ini merupakan forum diskusi untuk menjembatani lembaga riset dan dunia industri untuk meningkatkan frekuensi dan efektivitas inovasi kolaborasi, serta memastikan hasil komersialisasi yang kuat dari upaya kolaborasi tersebut melalui kanal virtual.
“LIPI selalu terbuka untuk kolaborasi dengan akademisi, dunia industri dan swasta baik dalam bentuk kolaborasi riset maupun penggunaan sarana dan prasarana infrastruktur riset,” ungkap Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko dalam sambutan pembukaan webinar pada Senin (7/12).
Baca juga: Peneliti: Skor PISA Dipengaruhi Indeks Kedisiplinan dan Membaca
Handoko menerangkan, saat ini riset sangat berbeda karakternya dengan riset pada tahun 60-80an. Riset sekarang semakin kompleks dan semakin lintas disiplin, begitupun dengan dunia bisnis khususnya dalam konteks pengembangan produk.
“Pasar terbuka bebas, LIPI pun membuka diri. Selama ini dunia riset di Indonesia serta industri belum begitu maju. Untuk mengatasi hal itu, LIPI melakukan terobosan yaitu seluruh infrastruktur di LIPI, SDM maupun peralatannya dapat digunakan bersama, boleh siapa saja dan terbuka untuk siapa saja,” tuturnya.
Dirinya mengatakan bahwa dengan keterbukaan tidak hanya utilisasi, peralatan riset menjadi lebih tinggi kualitasnya tetapi juga tercipta relasi yang lebih alami dan cair antara pihak yang membutuhkan solusi dengan pihak yang memiliki alternatif serta solusi problem melalui riset-riset ilmiah.
Baca juga: Internet Lancar sampai Pulau Arar
“Dengan membuka diri semua bisa bekerja dalam suasana tanpa birokrasi yang rumit. Ekosistem yang ramah inovasi, ekosistem yang ramah kreativitas, dan ekosistem yang ramah kolaborasi akan tercipta. Dalam hal ini di LIPI yang memegang tanggung jawab menangani infrastruktur fisik ada di PPII,” jelas Handoko
“LIPI masih terus membangun sampai dua tahun ke depan dengan investasi sedemikian besar akan menjadi aset yang luar biasa bagi masyarakat dan semua kalangan. Kita harus tetap semangat, tetap pada filosofi kita harus membuka semua kepakaran yang ada, tidak pelit berbagi, dengan berbagi itulah kontribusi minimal yang bisa diberikan kepada lingkungan, “ imbuh Handoko.
Sementara Kepala Pusat Pemanfaatan dan Inovasi IPTEK (PPII) LIPI, Yan Rianto menambahkan bahwa LIPI ingin menciptakan ekosistem dengan memulai usaha dan penumbuhannya.
“Dengan fasilitas yang disediakan seperti fasilitas ruang kantor, fasilitas produksi, fasilitas pendampingan, konsultan teknologi, dan manajemen LIPI ingin menurunkan hambatan bagi siapapun juga yang ingin memulai usahanya. Disamping itu secara berkala LIPI juga melakukan pelatihan-pelatihan seperti desain kemasan, penulisan paten, juga melakukan temu bisnis,” katanya.
“Saat ini sudah banyak masyarakat yang menggunakan layanan yang disediakan LIPI seperti peneliti, akademisi, dan perusahaan-perusahaan swasta. LIPI ingin memperluas jumlah pengguna supaya investasi yang diberikan oleh negara bisa digunakan secara optimum,” tegas Yan.
Senada dengan Yan, Koordinator Laboratorium Riset PPII LIPI, Rifki Sadikin mengatakan layanan infrastruktur riset LIPI yang dapat digunakan masyarakat yakni lab pengujian dan karakterisasi terintegrasi.
“Layanan ini bisa diakses melalui http://elsa.lipi.go.id, karena layanan ini berbasis web maka dapat diakses dimanapun dan dapat di telusuri keberadaan ajuan layanan yang disampaikan karena memiliki fungsi tracking,” paparnya.
Pada kesempatan yang sama Utama Kajo, dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menyampaikan kekuatan yang luar biasa jika bisa memanfatkan semua fasilitas lab LIPI untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi yang positif.
“Jika invensi tidak dikerjasamakan dengan komersialisasi tidak jadi inovasi yang bermanfaat bagi perekonomian negara,” ujarnya. “Kolaborasi adalah sinergi saling percaya untuk satu tujuan kebangkitan ekonomi bangsa dan kejayaan negara,” pungkas Utomo menutup paparannya. (H-3)
PENGAMAT Jaringan Damai Papua, Adriana Elisabeth, berpendapat kunjungan dan pertemuan Majelis Rakyat Papua (MRP) dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) tidak mewakili seluruh Papua.
Baru-baru ini, pakar ilmu politik Ikrar Nusa Bhakti dalam sebuah dialog di TV mengatakan, politik di negeri ini sudah masuk kategori disgusting, bukan lagi interesting, bukan pula amusing.
PBB memperingatkan bahwa 40% hewan penyerbuk invertebrata (terutama lebah dan kupu-kupu), berisiko mengalami kepunahan global.
Neanderthal adalah spesies kuno yang tinggal di Eurasia 40.000 tahun yang lalu.
Beberapa pendatang pertama datang ke benua ini dari Tiongkok selama dua gelombang migrasi berbeda
Undang-undang yang ketat pada saat itu bertujuan untuk mengendalikan ekspansi perkotaan dan erosi tanah, serta untuk mencegah pasir gurun menyapu Tripoli,
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City.
Pemerintah dorong inovasi atasi mismatch pasokan-permintaan perumahan. Ajang BTN Housingpreneur 2025 saring 1.170 peserta, tetapkan 58 pemenang.
PERUSAHAAN harus mampu menjalankan dua mesin secara paralel yaitu menjaga bisnis inti tetap optimal sambil terus melakukan langkah-langkah inovasi terobosan.
Prestasi ini menegaskan komitmen Pertamina dalam mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan, memperkuat riset terapan, serta menghadirkan solusi teknologi.
Inovasi ini mampu menjaga kualitas gabah secara lebih cepat, efisien, dan stabil di berbagai kondisi cuaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved