Senin 07 Desember 2020, 11:50 WIB

Pemerintah Abai, Pembunuhan Perempuan Meningkat

Indrastuti | Humaniora
Pemerintah Abai, Pembunuhan Perempuan Meningkat

ANTARA/NOVRIAN ARBI
Aliansi Gerakan Perempuan Anti Kekerasan melakukan Aksi Selasa di depan Gedung Sate, Bandung, Selasa (21/7).

 

Kasus pembunuhan terhadap perempuan (femisida) meningkat setiap tahunnya seiring dengan kasus kekerasan terhadap perempuan. Berdasarakan pemantauan Komnas Perempuan pada 2018-2020, kasus femisida sebanyak 730 kasus, tahun 2019 sebanyak 1.184 kasus dan sampai  Oktober 2020 tercatat 1.156 kasus.

"Secara global femisida telah menjadi isu serius namun kurang mendapat perhatian termasuk di Indonesia. Setidaknya tampak dari pendataan yang masih menyederhanakan  femisida sebagai tindak pidana pembunuhan umum," demikian keterangan Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi melalui keterangan resmi, Senin (7/12), dalam rangka 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan.

Baca juga: Pembunuhan Perempuan Naik, Komnas Perempuan: Bentuk Femicide Watch

Menurut Siti, pendataan pemerintah saat ini masih menyederhanakan  femisida sebagai tindak pidana pembunuhan umum. Dimensi kekerasan berbasis gender tidak digali dan pelaporan femisida ke lembaga layanan masih minim, karena korban sudah meninggal. Itulah sebabnya, Komnas Perempuan mendasarkan pemantauannya pada pemberitaan media massa.

Catatan Komnas Perempuan menunjukkan, femisida yang terjadi meliputi pembunuhan perempuan (1.1770 kasus), suami membunuh isteri (1.041 kasus), pembunuhan pacar berjumlah (92 kasus), pembunuhan mantan pacar (47 kasus) dan pembunuhan oleh mantan suami (105 kasus).

Femisida yang terpantau paling banyak terjadi di ranah rumah tangga atau personal yang dilakukan dalam  dalam relasi keluarga, perkawinan maupun pacaran.

PBB, lanjut Siti, telah memperingatkan perlunya prakarasa nasional untuk memantau dan mencegah femisida pandemi dan kekerasan berbasis gender terhadap perempuan dan anak perempuan.

Komnas Perempuan merekomendasikan agar di tingkat global, nasional dan regional dibangun femicide watch dan observatorium tentang kekerasan terhadap perempuan serta mempublikasikan hasilnya setiap tanggal 25 November pada 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKTP).(H-3)

 

Baca Juga

Antara

Menteri Agama: Perpres 82/2021 Kado Indah Buat Santri

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 22:25 WIB
UNTUK kedua kalinya, Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober diperingati masih dalam suasana pandemi...
Dok. Tokocrypro

Tokocrypto Dukung Penanaman Pohon Massal Melalui Tree Millions Alliance 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 22:13 WIB
Pada pelaksanaannya di Indonesia, 500.000 pohon direncanakan akan ditanam di Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Lampung. Pepohonan yang...
Ist

Menteri LHK : Indonesia Sukses Cegah Bencana Asap Karhutla Dua Tahun Berturut-turut

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 22:00 WIB
Pada periode yang sama di tahun 2020 tercatat sebanyak 2.665 titik hotspot. Artinya, terjadi penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.369 titik...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sukses PON Papua 2021 Pemerataan Pembinaan di Seluruh Pelosok Negeri

Sukses prestasi ditandai dengan tercipta banyak rekor meski penyelenggaraan multiajang olahraga terakbar Tanah Air itu digelar di masa pandemi covid-19.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya