Rabu 02 Desember 2020, 13:15 WIB

N245 dan R80 Diusulkan Masuk Daftar Proyek Strategis Nasional

Faustinus Nua | Humaniora
N245 dan R80 Diusulkan Masuk Daftar Proyek Strategis Nasional

Antara
Mockup kokpit pesawat N250 yang dipamerkan dalam Orbit Habibie Festival di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

 

PADA akhir Mei 2020, pemerintah memutuskan untuk menghapus dua proyek pengembangan pesawat terbang, yaitu pesawat N245 dan R80, dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Meski mengecewakan banyak pihak, proyek tersebut masih menjadi Prioritas Riset Nasional (PRN).

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan bahwa sebagai PRN 2020-2024, dua proyek itu akan kembali diusulkan masuk PSN. Dengan catatan, pihak pengembang menyatakan siap dan menyelasaikan semua perizinan yang dibutuhkan.

"Akan diusulkan kalau sudah first flight dan dapat izin perhubungan udara. N245 dan R80 tetap masuk Prioritas Riset Nasional 2020-2024, karena memang tahapannya masih R and D (research and development)," ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (3/11).

Bambang menjelaskan bahwa kedua proyek itu dicoret dari PSN, karena memang masih dalam tahap penelitian dan pengembangan. Sehingga lebih tepatnya, proyek tersebut jadi prioritas riset. "Karena tahapannya masih R and D, belum sampai pabrikan," tambahnya.

Saat ini, lanjutnya, pihak pengembang dan kementerian terus fokus pada R and D. Ditargetkan antara tahun 2022-2024, kedua proyek tersebut bisa masuk ke tahap pabrikan.

Setelah itu, proyek tersebut akan kembali diusulkan sebagai PSN dengan persyaratan perizinan yang juga harus dipenuhi.

Diketahui, proyek pengembangan pesawat R80 yang sempat masuk dalam PSN ini dikerjakan oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI). Sedangkan proyek pesawat N245 digarap oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Sejarah N250 pertama kali dicatatkan pada 1989 saat pesawat N25 diperkenalkan di Paris Airshow, Le Bourget, Prancis, oleh BJ Habibie. Pada 10 November 1994, prototipe N250 Gatotkaca berkapasitas 50 penumpang keluar dari hanggar (roll-out) ditarik 50 karyawan IPTN.

Gatotkaca adalah nama yang diberikan oleh Presiden Soeharto untuk prototipe pertama N250. Setelah itu beliau memberi nama tiga prototipe N250 berikutnya yang dibangun dengan kapasitas 70 penumpang, yaitu Krincingwesi, Koconegoro, dan Putut Guritno.

Presiden Soeharto pun memperkenalkan dan menghadiahkan pesawat ini kepada rakyat Indonesia pada 10 Agustus 1995. Pesawat dengan registrasi PK-XNG berhasil melakukan penerbangan perdana (first flight) dengan disaksikan oleh Presiden Soeharto, Ibu Tien, Wakil Presiden Try Sutrisno, dan Ibu Tuti.

Keberhasilan terbang perdana N250 pada 10 Agustus 1995 ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional yang diperingati setiap tahunnya. Setelah terbang perdana pada 1995, Indonesia dihantam krisis ekonomi. Hal itu menyulitkan Indonesia memproduksi N-250 secara massal. Perjalanan pesawat ini akhirnya harus kandas dengan pemuseuman pada Agustus 2020. (H-2)

Baca Juga

ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

BMKG Catat Terdapat Peningkatan Aktivitas Gempa pada November

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 12:00 WIB
Gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 (M>5,0) terjadi sebanyak 11 kali atau mengalami penurunan jika dibandingkan dengan bulan...
ANTARA/ARIF FIRMANSYAH

Pemerintah Komitmen Pertajam Isu Strategis Disabilitas dan Lansia

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 11:35 WIB
Individu penyandang disabilitas di Indonesia menghadapi risiko finansial yang cukup signifikan dan selain itu menjadi tua di Indonesia juga...
Dok. Instagram Sanggar Senja Cibinong

Sanggar Senja Perjuangkan Pendidikan dan Identitas Anak-Anak Jalanan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 11:16 WIB
Yayasan Sanggar Senja Cibinong adalah tempat berkumpulnya anak-anak jalanan yang terbuang dan kaum marjinal yang dibantu dalam bentuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya