Jumat 27 November 2020, 11:55 WIB

Menkes: Tekankan Protokol Kesehatan dalam Pemulihan Pariwisata

Atalya Puspa | Humaniora
Menkes: Tekankan Protokol Kesehatan dalam Pemulihan Pariwisata

ANTARA/ AMPELSA
Sejumlah penari berbusana adat Aceh menampilkan tari tradisional Seulawet di Museum Aceh, Banda Aceh, Kamis (24/11)

 

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Rapat Koordinasi Nasional bahas amplifikasi kebijikan, program serta langkah rekativasi dan pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak akibat pandemi covid-19. Dalam kesempatan tersebut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menekankan kepada pihak di sektor pariwisata untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Menkes Terawan mengatakan kegiatan ekonomi perlu dijalankan mengingat masyarakat perlu mendapat kesempatan untuk berusaha. Namun protokol kesehatan harus tetap diutamakan.

Hal itu mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Baca juga: MUI Perbolehkan Human Diplod Sel untuk Bahan Vaksin dan Obat

Terdapat dua bagian utama dalam Keputusan Menteri Tersebut, antara lain pertama prinsip umum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian covid-19, kedua protokol kesehatan di 12 tempat dan fasilitas umum yang juga dilengkapi upaya yang harus dilakukan bila menemukan kasus covid-19.

“Dalam pengembangan wisata yang aman dan sehat maka perlu mendapat perhatian dan perlu diberdayakan dalam penerapan protokol kesehatan. Di lokasi wisata perlu perhatian apakah itu wisata alam, wisata non alam, wisata kuliner, atau wisata budaya, atau kombinasi dari beberapa wisata,” kata Terawan dalam keterangan resmi, Jumat (27/11).

Terawan menyebut potensi rawan yang harus diperhatikan pada tempat wisata adalah mulai dari area parkir, loket tiket, pintu masuk objek yang diminati, tempat ibadah, kamar mandi atau toilet, kantin atau rumah makan, dan pintu keluar.

Selain itu juga harus diperhatikan mengenai luas tempat kegiatan, jumlah tamu, kelompok rentan, lama kegiatan, lokasi kegiatan apakah indoor atau outdoor, karakteristik kegiatan seperti berupa hiburan, menyanyi, khotbah, ceramah, dan aktivitas fisik lainnya harus di dipilah-pilah.

Perlu diperhatikan juga terkait aspek akomodasi hotel, transportasi restoran, tempat belanja, oleh-oleh dan di lokasi destinasi wisata itu sendiri yang tentunya berkaitan erat dengan tempat wisata.

Protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh pengelola lokasi wisata adalah melakukan pembersihan dengan desinfeksi secara berkala, terutama pada area sarana dan peralatan yang digunakan secara bersama-sama, dan juga fasilitas umum lainnya.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka, Utamakan Cegah Klaster Institusi Pendidikan

Terawan mencontohkan, salah satu protokol kesehatan bagi pekerja di lokasi wisata yaitu memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum berangkat bekerja, sedangkan salah satu protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh pengunjung adalah memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum melakukan kunjungan ke lokasi wisata.

“Untuk bisa menerapkan dengan baik pada dasarnya harus menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan serta membiasakan pola hidup bersih sehat,” imbuh Terawan.

Ia menyimpulkan bahwa di era pandemi covid-19 sektor pariwisata harus beradaptasi dengan kebiasaan baru atau new normal, seperti modifikasi cara kerja, implementasi yang minim sentuhan atau touchless, perbaikan sanitasi sesuai protokol kesehatan, pemeriksaan dan sertifikasi kesehatan bagi pekerja sektor pariwisata, akomodasi makanan minuman bagi keamanan dan kesehatan pengunjung, dan yang penting adalah share responsibility di antara pelaku bisnis dan pemerintah, dalam hal ini baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. (H-3)

Baca Juga

Antara

Luhut : Mobile Lab Tes PCR Bakal Disebar ke Provinsi Lain

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:24 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, labotarium mobile tes PCR covid-19 buatan dalam negeri akan disebar ke provinsi...
ANTARA/RAHMAD

Presiden Tunjuk BKKBN Ketua Program Penurunan Stunting

👤Humaniora 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:20 WIB
Presiden Jokowi menargetkan tingkat stunting dapat turun menjadi 14 persen pada 2024, dari 27,6 persen di...
Ilustrasi

Waspada, Saat ini Sudah Ada 556 Klaster Keluarga di DKI

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 25 Januari 2021, 13:50 WIB
Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan dengan klaster perkantoran yang mencapai 312 klaster. Sejumlah klaster ini terjadi sebagai dampak dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya