Jumat 27 November 2020, 02:20 WIB

Pengabdian Guru di Tengah Pandemi

Media Indonesia | Humaniora
Pengabdian Guru di Tengah Pandemi

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Guru menyerahkan dokumen kelulusan bagi siswa kelas VI di SD Widiatmika, Jimbaran, Badung, Bali, Kamis (18/6/Q0Q0).

 

GURU berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tanpa keberadaan guru, tidak akan ada dokter, insinyur, ahli ekonomi, atau bahkan presiden. Guru memiliki tanggung jawab serta peran yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan sehingga menjadikan suatu negara bisa berkembang, maju, dan berdaya saing.

MI/Susanto

Guru melakukan pembelajaran jarak jauh memanfaatkan teknologi internet di SMA 5 Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (23/09/2020).

 

Seorang guru haruslah memiliki rasa cinta, baik cinta pada profesinya sebagai guru maupun dalam pengajaran. Ia haruslah mengajar dengan penuh rasa cinta kepada siswa-siswinya (Richard Leblanc, pengajar di York University, Ontario, Kanada, 1998).

MI/Susanto

Guru melakukan pembelajaran jarak jauh di dalam kelas diantara kursi kosong di Madrasah Aliyah Negeri 2 Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (23/09/2020).

 

Sebab, kata Leblanc, inti pengajaran dan pendidikan itu sendiri ialah cinta. Cinta di dalam pendidikan lebih penting daripada penalaran rasional semata. Karena di dalam cinta, ada niat yang dapat mendorong orang untuk belajar, untuk membantu mereka menemukan sendiri pola belajar yang pas, untuk menemukan diri mereka sendiri.

ANTARA/Rivan Awal Lingga

Guru mengajar senam secara virtual di SD Yasporbi I Pancoran, Jakarta, Selasa (14/07/2020).

 

Seorang guru juga harus mencintai ilmu pengetahuan yang akan diajarkannya kepada siswa, sehingga diharapkan anak-anak didiknya juga akan mencintai ilmu pengetahuan tersebut dan terus menerus mau belajar sepanjang hidup mereka.

Guru yang baik akan mencintai dan merawat murid-muridnya. Agar bisa menerapkan cinta itu, ia pun butuh memberikan waktu dan tenaganya, bahkan lebih daripada untuk dirinya sendiri.

MI/SUMARYANTO BRONTO

Siswa mengerjakan soal ujian tengah semester (UTS) di SMKN 1 Lobalain, Rote Ndao, NTT, Jumat (2/9). Rote Ndao masuk zona hijau dan kuning penyebaran covid-19.

 

Bangsa kita sendiri memahami guru sebagai sosok yang harus digugu dan ditiru. Segala ucapannya akan dituruti, begitu pula perbuatannya bakal menjadi cerminan bagi murid-muridnya. Tugas penting dan tidak ringan itu banyak kita dapati di lapangan telah dilakukan guru dengan penuh rasa cinta, tanggung jawab, dan keikhlasan. Ia menjalani pekerjaannya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Guru melakukannya tanpa paksaan dan tekanan rasa ketakutan. Apabila ada seorang guru yang melakukan tugasnya bukan karena rasa pengabdian tetapi karena keterpaksaan atau karena tekanan rasa ketakutan, guru itu sesungguhnya tidak pantas disebut guru. Ia tidak akan dapat memberikan kontribusi bagi tujuan mulia pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

ANTARA/Destyan Sujarwoko

Guru dan siswa melakukan kegiatan belajar mengajar luar jaringan (luring) dengan metode “home visit” di rumah siswa di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (27/7/2020).

 

Pengabdian seorang guru bukan hal yang mudah dilakukan. Pengabdian seorang guru terkadang harus diikuti dengan pengorbanan. Tak jarang guru yang mengabdi di tempat-tempat terpencil, jauh di pegunungan, di pulau-pulau kecil, hingga di antara masyarakat yang masih terasing dari peradaban modern.

Tak sedikit pula guru yang mengabdi di daerah rawan konflik yang dapat membahayakan keselamatan jiwanya dan keluarganya. Demi pengabdiannya, banyak guru terpisah jauh dari keluarga karena harus tinggal di daerahdaerah yang minim sarana transportasi dan komunikasi. Kondisi ini pun menjadi perhatian pemerintah dengan memberikan mereka kebutuhan untuk komunikasi seperti memberikan kuota internet secara gratis.

MI/SUMARYANTO BRONTO

Pelajar menggunakan gawai memanfaatkan fasilitas internet gratis di Kantor Kepala Desa Tulakadi, Tasifeto Timur, Belu, Atambua, NTT, Senin (28/09/2020).

 

Kini, pandemi covid-19 sedang melanda negeri. Wabah penyakit yang disebabkan virus korona baru itu menggoyahkan segala sendi kehidupan, termasuk juga pendidikan. Kita diminta mencegah penyebaran virus dengan menjaga dan membatasi interaksi fisik. Sekolah dianjurkan menjalani kegiatan belajar mengajar tanpa tatap muka.

Selama pandemi yang kita belum tahun kapan akan berakhir, guru pun dituntut untuk terus bekerja, memutar otak, dan berinovasi. Agar ilmu pengetahuan yang diajarkan kepada siswa-siswinya tetap berjalan. Agar ia dapat terus menerus menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik, agar menjadi anak yang cerdas, berbudi pekerti luhur, dan berakhlak mulia. Karena itulah guru mengabdi tanpa ingin dipuji. (S2-25)

Baca Juga

MI/ Abdillah m Marzuqi

YAICI dan PP Aisyiyah Edukasi Pangan Bergizi di Bantargebang

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:35 WIB
Selain edukasi, juga ada demo pengolahan pangan bergizi dan...
MI/ Depi Gunawan

Bima Arya: Lonjakan Kasus Covid-19 di Bogor Sudah Dipredikai

👤Ant 🕔Minggu 23 Januari 2022, 23:17 WIB
Bima menyatakan pihaknya sudah melakukan semua hal yang bisa dilakukan sebagai langkah...
Dok Setwapres

Wapres Borong Hasil Laut di Pulau Cangkir

👤Ant 🕔Minggu 23 Januari 2022, 22:50 WIB
Beberapa hasil laut yang dibeli Wapres antara lain bandeng, kakap merah, cumi-cumi dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya