Kamis 19 November 2020, 04:50 WIB

Jokowi Siap Divaksin Pertama

Andhika Prasetyo | Humaniora
Jokowi Siap Divaksin Pertama

ANTARA FOTO/YULIUS SATRA WIJAYA
Presiden Joko Widodo meninjau simulasi pemberian vaksinasi covid-19 di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, kemarin.

 

TENAGA medis merupakan pihak pertama yang akan menerima suntikan vaksin covid-19, disusul TNI dan Polri. Kemudian aparatur sipil negara (ASN) untuk pelayanan publik dan tenaga pengajar, lalu ke masyarakat luas.

Namun, Presiden Joko Widodo menyatakan siap untuk menjadi orang yang menerima suntikan vaksin covid-19 pertama di Indonesia.

“Kalau ada yang bertanya, Presiden nanti divaksin di depan atau belakang? Kalau oleh tim saya diminta paling depan, saya siap,” ujar Presiden saat meninjau simulasi vaksinasi di Puskesmas Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Puskesmas Tanah Sareal akan menggelar simulasi vaksinasi. Kehadiran Jokowi untuk mengetahui kesiapan pihak-pihak terkait sehingga ketika vaksin telah siap, proses penyuntikan bisa segera dilaksanakan.

Upaya tersebut juga dilakukan sebagai ajang sosialisasi kepada masyarakat.

Sumber: Kemenkes/Badan POM/Tim Riset MI-NRC

 

“Kita terus sosialisasi, pemberitahuan, supaya nanti yang ikut vaksin itu sebanyak-banyaknya, baik yang ikut vaksinasi lewat program maupun mandiri,” tambahnya.

Kendati sudah melakukan simulasi, lanjut Jokowi, proses vaksinasi yang sebenarnya belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Vaksin Sinovac memang direncanakan tiba di Indonesia pada akhir November. Namun, itu bisa meleset, jadi masuk di Desember.

Setelah vaksin tiba di Tanah Air pun, menurut Kepala Negara, tidak akan langsung disuntikkan. Masih ada tahapan-tahapan yang harus dilalui, seperti pemberian izin emergency use authorization oleh BPOM yang memerlukan waktu sampai tiga pekan. Setelah itu, vaksin juga masih harus didistribusikan ke seluruh wilayah di Tanah Air.

“Ini yang tidak mudah. Mendistribusikan vaksin itu tidak mudah. Ini tidak seperti barang-barang lain. Ini memerlukan cold chain, tingkat kedinginan dengan derajat tertentu. Setiap vaksin dari produk yang berbeda juga memerlukan model distribusi berbeda. Inilah yang terus kita siapkan supaya nanti daerah-daerah juga segera mendapatkan vaksin dalam keadaan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan, setiap tahapan pengadaan vaksin harus melalui kaidah-kaidah ilmiah. (Pra/X-7)

Baca Juga

DOK Daop 5 Purwokerto

Penumpang Kereta Api Masih Diwajibkan Bermasker

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:52 WIB
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan kepada para pelanggan bahwa masker tetap wajib digunakan selama berada di stasiun dan perjalanan...
Dok Universitas Mercu Buana (UMB).

UMB Penerima Terbanyak Dana Hibah Penelitian LLDIKTI III

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:46 WIB
Universitas Mercu Buana (UMB) menjadi peguruan tinggi swasta yang terbanyak menerima dana hibah penelitian 2022 di Lembaga Layanan...
Bahauddin/MCH

Pemerintah Kebut Vaksinasi Jemaah Haji

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:40 WIB
Muhadjir Effendy mengungkapkan pemerintah terus kebut vaksinasi covid-19 jemaah haji untuk memenuhi syarat yang diwajibkan oleh Pemerintah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya