Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UJI klinis vaksin Sinovac, telah masuk tahap III dan selesai disuntikkan kepada seluruh relawan di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Di tengah proses ini, masih saja beredar mitos-mitos mengenai keamanan vaksin ini yang perlu diklarifikasi, guna memberikan pemahaman dan fakta yang benar.
Demi memastikan penyebaran informasi yang benar, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Cissy Kartasasmita meluruskan beberapa mitos tersebut.
1. Tidak efektif
Sebagian masyarakat percaya, vaksin tidak mampu mencegah covid-19. Sebaliknya, Prof Cissy mengatakan, vaksin merupakan cara mencegah infeksi penyakit tertentu dengan efisien dan efektif.
"Vaksin terbukti mampu mencegah banyak penyakit seperti, BCG, Polio, Hepatitis B, Campak, Rubela, Hib, PCV, Influenza, Dengue, HPV," kata Prof Cissy.
Apabila kita melakukan imunisasi pada banyak orang maka akan timbul yang disebut dengan imunitas populasi atau dikenal dengan herd immunity. Ini akan melindungi orang lain yang belum atau tidak bisa diberi vaksin seperti, bayi atau orang dengan penyakit gangguan imun.
Penolakan yang luas terhadap vaksin Covid-19 justru menghambat terciptanya kekebalan kelompok yang diinginkan. Minimal cakupan imunisasi Covud-19 mencapai 70% dari jumlah populasi.
2. Tidak aman
Terkait proses pembuatan vaksin yang cepat, Prof Cissy menyebut teknologi dan kemampuan sumber daya yang maju, serta ketersediaan biaya, mempercepat proses penemuan vaksin Covid-19, dimana fase-fase yang harus dilalui dilakukan secara paralel.
Sejauh ini, laporan keamanan uji klinik vaksin Covid-19 fase satu dan dua telah dipublikasikan pada publikasi internasional dan menunjukkan hasil yang baik. Hasil tersebutlah yang menarik minat lebih dari 2.000 relawan untuk berpartisipasi pada uji klinik fase tiga di Bandung.
Dari 2.000 relawan tersebut, terdapat 1.620 relawan memenuhi syarat untuk berpartisipasi hingga saat ini telah selesai divaksinasi dan menunggu laporan hasil uji resminya.
3. Ada efek samping
Dalam menjawab efek samping vaksin covid-19 yang telah diuji coba pada ribuan relawan di Indonesia, Prof Cissy menyatakan, tidak ditemukan efek samping yang berat, kabar atau berita mengenai adanya yang meninggal, sakit berat, atau sakit punggung.
"Itu tidak terbukti dari hasil uji klinik vaksin Covid-19. Setelah dilakukan penelitian, kejadiannya ternyata tidak berhubungan langsung dengan vaksinasi," tegasnya.
Meski vaksin adalah salah satu cara kita untuk terlindungi dari infeksi penyakit tertentu, Prof Cissy menyampaikan, masyarakat tetap harus disiplin menerapkan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak aman) sampai akhir pandemi nanti. (H-2)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Founder sekaligus Pemimpin Umum Suratkabar Kampus UI Salemba, Antony Z Abidin, menekankan pentingnya warisan nilai profesionalisme dan etika jurnalistik.
Universitas Indonesia menggandeng Bank Sampah Alamanda Sejahtera dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar anak-anak sekolah dasar di Kota Bekasi.
FEB UI melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi ibu rumah tangga.
Universitas Indonesia bersama Universitas Sumatera Utara memberikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial bagi penyintas banjir bandang di Sumatra Utara
Salah satu terobosan dalam program ini adalah penempatan unit filter air bersih dan fasilitas internet di Puskesmas Batipuh Selatan.
Kegiatan ini bertujuan membekali relawan dengan pengetahuan dan keterampilan dasar Psychological First Aid sebagai respons awal dalam situasi krisis dan bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved