Rabu 04 November 2020, 20:15 WIB

Traveloka Optimistis Pariwisata Tanah Air Dapat Pulih

Mediaindonesia.com | Humaniora
Traveloka Optimistis Pariwisata Tanah Air Dapat Pulih

Antara Foto/Wahyu Putro
Ilustrasi : POTENSI PARIWISATA MOROTAI

 

Pariwisata Tanah Air dapat pulih bergantung kepada beberapa faktor, kata VP Marketing Traveloka Accommodation Shirley Lesmana.

Shirley menuturkan, kunci yang pertama adalah kolaborasi erat antara pemangku kepentingan. Baik pemerintah dan pihak swasta serta masyarakat punya peran dalam memulihkan pariwisata yang terdampak pandemi COVID-19. Dia mengemukakan tiga faktor penting dalam membangkitkan kepercayaan masyarakat untuk kembali bepergian.

"Penerapan protokol kesehatan, promosi harga dan fleksibilitas booking," kata Shirley dalam konferensi pers virtual, Rabu (4/11).

Saat ini tren pemulihan permintaan wisata di Indonesia, terutama pada sektor akomodasi, ditopang oleh perjalanan jarak pendek seperti staycation dan road trip.

Shirley mengatakan, minat ini juga bisa dilihat dari kata kunci "staycation" berdasarkan Google trend data yang meningkat dua kali lipat pada kuartal ketiga 2020 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Inovasi berbasis teknologi dan fokus kepada pelanggan jadi kunci pemulihan," ujar dia.

Tahun ini, semua promosi dilakukan secara virtual karena adanya pembatasan untuk menekan risiko penyebaran virus korona baru. Hal yang dicoba oleh Traveloka untuk berpromosi adalah memanfaatkan livestream, kanal penjualan yang sedang naik daun.

Melalui livestream, kesempatan berinteraksi kepada pelanggan dalam skala besar dapat terjadi.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan terus mengoptimalkan potensi pariwisata domestik di tengah kontraksi ekonomi akibat pandemi covid-19.

Menurunnya pergerakan wisatawan, terutama dari mancanegara, menjadi momentum bagi Indonesia untuk melakukan revitalisasi dan perbaikan infrastruktur pariwisata di berbagai daya tarik wisata di tanah air.

Sejauh ini tercatat wisatawan Indonesia yang bepergian ke luar negeri pada 2018 sebesar 9,5 juta orang dengan pengeluaran sebesar US$1.090  per keberangkatan per pax. Sehingga jika ditotal, ada potensi sebesar us$10,355 miliar atau kurang lebih Rp150 triliun yang bisa dimaksimalkan jika masyarakat memilih melakukan perjalanan aman di dalam negeri. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Antara

Menteri PAN-RB Sebut Program Penurunan Kemiskinan belum Optimal

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 29 Januari 2023, 18:47 WIB
Padahal, arahan Presiden Jokowi sudah jelas, bahwa di tengah tantangan fiskal, instansi termasuk di daerah harus cermat membelanjakan...
ANTARA /Adwit B Pramono

Kepala BNPB Minta Pemda Sulut Koordinasi Dengan BMKG Untuk Monitoring Cuaca

👤 Naufal Zuhdi 🕔Minggu 29 Januari 2023, 16:50 WIB
Apabila cuaca berpotensi buruk dan dapat memicu terjadinya bencana banjir dan longsor, maka direkomendasikan agar TMC segera dilakukan di...
MI/ Dwi Apriani

Stunting Akibat Kemiskinan Masih jadi Tugas Berat Pemerintah

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 29 Januari 2023, 16:45 WIB
Kemiskinan dan stunting seperti dua sisi mata uang, jika angka kemiskinan tinggi tentu stunting juga akan ikut...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya