Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT kanker tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga kondisi psikis penderitanya. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat yang juga penyintas kanker payudara dalam webinar peringatan Bulan Peduli Kanker Payudara Sedunia, Oktober lalu.
Enam kali kemoterapi dan 28 kali terapi radiasi tuntas dijalaninya. Perjuangan belum usai sebab ia masih harus menjalani terapi DNA. Selama menjalani pengobatan, ia mengaku tidak luput dari tekanan stres, bahkan hingga menimbulkan rasa takut yang berlebihan pada dirinya.
“Ada hal yang tidak bisa di hindari oleh semua orang, sekuat-kuatnya orang itu, sepaham-pahamnya orang itu pada penyakitnya, satu hal yang tidak bisa dihindari, yaitu perasaan depresi, down, dan putus asa saat harus menjalani pengobatan,” tutur perempuan yang akrab disapa Rerie ini.
Menurutnya, ada dua pemicu stres pasien kanker, yaitu faktor psikologis (kejiwaan, mental, kurang dukungan, dan kurang memahami informasi) dan pengaruh obat.
Dukungan keluarga, masyarakat, dan konseling dari ahli diperlukan untuk membantu pasien kanker jauh dari stres. “Ini juga bisa menjadi salah satu masukan bagi lembagalembaga pendidikan. Bagaimana menyiapkan tenaga-tenaga yang memahami masalah ini (psikis penderita kanker),” tuturnya.
Co-founder Love Pink Indonesia sekaligus penyintas kanker payudara, Madelina Mutia, mengaku sempat merasa terkejut dan bingung saat harus menjalani mastektomi atau pengangkatan payudara. “Setelah operasi, enggak kerasa sakit, tapi merasa ada yang hilang,” ujarnya.
Namun, pada akhirnya ia melakukan apa yang disaran kan dokter demi kesembuhan nya. Hal itu tidak lepas dari besarnya dukungan dari ke luarga, teman, dan kecukupan informasi tentang penyakitnya. “Informasi yang benar bisa mengurangi kekhawatiran dan bisa mempercepat seseorang masuk pada tahap acceptance (menerima keadaan),” tandasnya. (Aiw/H-2)
Dari studi tersebut, terdapat beberapa temuan utama terkait faktor gaya hidup setelah diagnosis kanker payudara dan pengaruhnya terhadap peluang kesembuhan ataupun kelangsungan hidup
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Kanker payudara masih jadi kasus tertinggi pada perempuan. Simak 8 langkah alami berbasis bukti ilmiah untuk menurunkan risiko, mulai dari olahraga hingga deteksi dini rutin.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau seluruh perempuan Indonesia berusia di atas 30 tahun untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk cegah kanker payudara.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan kebinekaan harus menjadi kekuatan bangsa di tengah momentum perayaan Nyepi dan Idul Fitri.
Tradisi mudik Lebaran harus mampu dimanfaatkan untuk melestarikan nilai-nilai persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong pengakuan negara terhadap eksistensi masyarakat adat dengan segera mengesahkan RUU Masyarakat Hukum Adat (RUU MHA).
RUU PPRT resmi jadi inisiatif DPR RI pada 12 Maret 2026. Lestari Moerdijat tegaskan pentingnya UU PPRT untuk perlindungan pekerja dan kepastian hubungan kerja.
Lestari mengingatkan bahwa tantangan mudik tahun ini semakin kompleks, terutama dengan adanya ancaman krisis iklim yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.
Lestari Moerdijat soroti pentingnya kebijakan struktural bagi kesetaraan perempuan di IWD 2026. Simak data kesenjangan gender dan perlindungan perempuan terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved