Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menekankan kepada seluruh menteri dan kepala lembaga untuk menjaga keseimbangan penanganan kesehatan dan ekonomi di masa pandemi covid-19.
Meski menginstruksikan para pembantunya agar memacu pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV 2020 dan kuartal I 2021, namun Kepala Negara berpesan upaya tersebut harus dilakukan secara hati-hati. Tentunya, tanpa menyampingkan aspek kesehatan.
"Kita harus tetap fokus menjaga titik keseimbangan antara penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Ini sudah saya sampaikan berpuluh-puluh kali. Tapi perlu sekali lagi saya tekankan," ujar Jokowi, sapaan akrabnya, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/11).
Baca juga: PMI: Disiplin Protokol Kesehatan Sulit Terlaksana Tanpa Sanksi
Dia pun merasa bersyukur karena penanganan covid-19 dari aspek kesehatan, semakin menunjukkan perbaikan. Kondisi itu tecermin dari rata-rata kasus aktif yang terus menurun, yakni 13,78% per 2 November 2020. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata dunia yang masih berkisar 25,22%.
Selain itu, angka kesembuhan juga mengalami peningkatan, yakni mencapai 82,84%. Capaian itu jauh melampaui rata-rata kesembuhan global yang masih di level 72%.
"Yang masih belum baik adalah angka kematian atau kasus meninggal. Kita masih di angka 3,38%. Sementara rata-rata dunia berada di 2,5%. Ini yang patut menjadi perhatian kita semua," tegas Kepala Negara.(OL-11)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved