Sabtu 31 Oktober 2020, 17:02 WIB

Muda Konsumsi Kedelai, Tua Sehat Bugar 

Iis Zatnika | Humaniora
Muda Konsumsi Kedelai, Tua Sehat Bugar 

Ist
Ketua Program Pascasarjana Departemen Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr.Rimbawan.

 

RUMAH yang terhubung dengan alam, berpanorama kebun dan sawah serta gemericik air sungai yang menghidupi desa, tengah dibangun Andy F Noya di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Akhir tahun ini ia tengah mempersiapkan atap buat bangunan yang akan dihuninya segera.

Namun, persiapan untuk membangun dan menghuni rumah impian yang dilakukan jurnalis yang juga pembawa acara Kick Andy di Metro TV itu sesungguhnya melampaui pembelian tanah, merancang desain atau mengawasi proses pembangunan.

Laki-laki 60 tahun yang juga ayah tiga pemuda itu juga telah dekat dengan petani kelapa, perajin gula kelapa, pesantren dan kyai yang memimpinnya dan tentunya masyarakat yang sebagian besar hidup dari sawah dan kebun itu.

“Saya menghubungkan mereka dengan berbagai pihak, perusahaan yang melakukan pertanggungjawaban sosial serta pihak-pihak lain yang bisa mengungkit kehidupan masyarakat dengan melakukan kolaborasi,” ujar Andy dalam diskusi Otsuka Journalist Webinar Menebar Kebaikan Melalui Tulisan melalui virtual pada Senin (21/9/20).

Perjumpaan mantan Pemimpin Redaksi ‘Media Indonesia’ dengan pakar gizi yang juga pimpinan Pascasarjana Departemen Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Rimbawan pada acara itu memperkaya modal Andy untuk berkontribusi buat calon tetangganya. Rimbawan mengabarkan kabar gembira sekaligus meluruskan fakta tentang kedelai alias Glycine max yang bukan cuma bermanfaat bagi konsumen, namun juga para petaninya. 

Rimbawan menuturkan, kedelai dan produk olahannya sesungguhnya kaya manfaat kesehatan, namun kerap dibayang-bayangi mitos. Kabar keliru tentang kedelai itu menyebutkan kedelai memicu infertil atau mengurangi kesuburan, merugikan kesehatan jantung dan tulang, meningkatkan asam urat, hingga menimbulkan alergi, jerawat, bahkan menopause.

Hapus mitos kedelai

“Padahal, sejatinya kedelai memiliki manfaat dan fungsi yang sangat dibutuhkan butuh untuk kesehatan dan vitalitas sehari-hari. Mitos-mitos tentang kedelai tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, tanpa adanya dukungan data dan riset,” kata Rimbawan. 

Rimbawan merinci, dalam 100 gram kedelai rebus terdiri dari protein 16,6 gram, karbohidrat 9,9 gram, serat 6 gram, lemak 9 gram, dan energi 173 kkal. Pun, kadar karbohidrat dan indeks glikemiknya rendah, sehingga bisa menjadi alternatif pilihan pangan bagi penyandang diabetes atau gula darah tinggi.

Bahkan, meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut, data menunjukkan penggantian protein hewan dengan protein nabati dari kedelai dapat memperbaiki kontrol glikemik pengidap diabetes. Keajaiban kedelai lainnya, molybdenim berfungsi sebagai kofaktor beberapa jenis enzim penting. Pun, phyllaquinone dalam Vitamin K1 yang berperan penting dalam pembekuan darah.

Bukan cuma itu, kedelai juga memiliki kandungan folat atau B9 yang sangat penting bagi ibu hamil. "Dalam kedelai juga terkandung serat larut maupun tak larut yang dapat difermentasi oleh bakteri kolon dan membantu meningkatkan kesehatan usus dan mengurangi kanker kolon," ujarnya.

Kandungan gizi lainnya dalam kedelai yaitu isoflavones sebagai antioksidan yang bermanfaat menghalau kanker serta saponin untuk menurunkan kolesterol. Keistimewaan lainnya, kedelai bebas laktosa serta proteinnya yang sangat baik menunjang kebugaran dan massa otot.

Kedelai juga baik sebagai bagian dari diet kalori serta kontrol berat badan karena membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Sementara kandungan asam lemak tidak jenuh yang sangat tinggi dari kombinasi asam lemak esensial-omega-6 dan omega-3 baik untuk menurunkan risiko penyakit jantung dengan menurunkan kadar kolesterol darah.

Manfaat lainnya, kandungan isofalvon pada kedelai yang mampu menurunkan risiko osteoporosis pada perempuan menopause yang menimbulkan keringat berlebihan, sensasi terbakar, dan perubahan suasana hati karena pengurangan kadar estrogen. Pun, isofalvon dan lunasin juga bermanfaat menurunkan risiko kanker, terutama bagi perempuan, karena meningkatkan jaringan payudara. 
Lebih dini makin baik

“Hasil penelitian menunjukkan konsumsi kedelai yang tinggi pada anak-anak di Asia dan Amerika berkaitan dengan penurunan risiko kanker payudara. Jadi dampak lebih baik akan diperoleh jika konsumsi kedelai dibiasakan sejak awal, sejak remaja sampai tua.

Faktanya, perempuan Asia lebih sedikit alami kanker payudara bila dibandingkan dengan negara barat, diduga terkait konsumsi kedelainya. Sementara bagi pria, kedelai juga memberikan efek proteksi pada kanker prostat.” 
Menebar kabar baik

“Saya jadi bisa belajar banyak tentang kedelai, durasi 45 menit membahas kedelai ternyata masih bisa menarik dan itu tidak cukup. Saya suka tempe dan tahu, tetapi kedelai sebelumnya menimbulkan kekuatiran dengan asam urat, padahal faktanya tidak begitu, banyak baiknya dari kedelai. Ini akan saya bagikan pada petani-petani di Banyumas untuk ikut menanamnya, “kata Andy menimpali. (Zat/OL-09).

Baca Juga

DOK Universitas Pancasila

Universitas Pancasila Gelar Wisuda secara Daring

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 28 November 2020, 21:17 WIB
Universitas Pancasila hingga kini telah meluluskan 60.608 sumber daya manusia terdidik dari ahli madya, profesi, dan sarjana berbagai...
DOK. Denny JA

8 Serial Film Era Virus Korona Diluncurkan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 20:46 WIB
8 serial film Denny JA ini dibintangi artis dan aktor nasional papan atas, yaitu Christine Hakim, Reza Rahadian, Ine Febriyanti, Ruth...
Kagama

Kemendikbud Ingin Ubah Stigma Pendidikan Vokasi

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 28 November 2020, 20:08 WIB
Stigma pendidikan vokasi yang masih dianggap pilihan kedua dan dipandang sebelah mata diharapkan bisa berubah. Memilih pendidikan hendaknya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya