Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KISAH tragis yang dialami anak akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali terjadi. Kali ini, seorang siswa SMP di Tarakan, Kalimantan Utara, nekad bunuh diri. Sejumlah kalangan pun mendesak segera dilakukannya evaluasi sistem pembelajaran tersebut.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada 27 Oktober lalu. Korban ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi tempat tinggalnya. Dia nekad mengakhiri hidup karena banyaknya tugas daring dari sekolah yang belum dikerjakan sejak tahun ajaran baru. Padahal, syarat mengikuti ujian akhir semester ialah mengumpulkan seluruh tugas itu.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya siswa di Tarakan itu. Mereka mendorong Kemendikbud, Kementerian Agama, serta dinas-dinas pendidikan dan kantor wilayah Kemenag untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan PJJ fase kedua yang sudah berjalan selama 4 bulan.
Apalagi, kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, kemarin, kejadian tersebut bukan yang pertama. Sebelumnya, siswi berusia 17 tahun di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, juga bunuh diri karena depresi menghadapi tugas sekolah yang menumpuk. Lalu, pada September, siswa SD berumur 8 tahun mengalami penganiayaan oleh orangtuanya karena sulit diajari dalam PJJ.
“(Meski) tidak ada kasus bunuh diri siswa, bukan berarti sekolah atau daerah lain PJJ-nya baik-baik saja. Bisa jadi kasus yang mencuat ke publik merupakan fenomena gunung es dari pelaksanaan PJJ yang bermasalah dan kurang mempertimbangkan kondisi psikologis anak, tidak didasarkan pada kepenting an terbaik bagi anak,” ujar Retno.
KPAI akan bersurat kepada pihak-pihak terkait untuk pencegahan dan penanganan peserta didik yang mengalami masalah mental dalam menghadapi PJJ di masa pandemi. Hal itu karena PJJ berpotensi membuat anak kelelahan, ketakutan, cemas, dan stres menghadapi penugasan yang berat.
Retno menambahkan, para guru bimbingan konseling (BK) harus diberdayakan selama PJJ. Tujuannya agar gangguan psikologis pada siswa dapat diatasi segera sehingga tidak memicu depresi hingga bunuh diri.
Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia Heru Purnomo juga meminta para pengawas, kepala sekolah, guru BK, wali kelas, dan guru mata pelajaran membuat kesepakatan untuk memberikan perlindungan dan pemaafan dalam pengumpulan tugas. “Bentuk perlindungan terhadap peserta didik bermasalah dalam PJJ, tugas yang diberikan seringan-ringannya baik dari segi KD (kompetensi dasar) maupun dari segi jumlah soalnya.”
FSGI mendesak pemerintah pusat dan daerah melakukan evaluasi menyeluruh PJJ fase kedua. Perbaikan mesti dilakukan untuk membantu dan mengurangi beban siswa selama menjalani PJJ. (Ata/Wan/X-8)
Gogot menyebut harga satuan perangkat yang dibeli pemerintah sebesar Rp5,2 juta tanpa paket Chrome Device Management (CDM ).
Saksi Sutanto ungkap peran dominan Jurist Tan dalam sidang korupsi pengadaan laptop Kemendikbudristek yang menyeret nama Nadiem Makarim.
Dalam persidangan, terlihat juga istri Nadiem, Franka Franklin, serta ibunda Nadiem, Atika Algadrie, yang sudah hadir dan menyambut Nadiem sejak masuk ke ruang sidang.
KEMAMPUAN membaca bukan bawaan lahir. Otak manusia tidak dirancang untuk itu. Itu ialah penemuan budaya yang baru
Penulisan sejarah pun perlu melakukan analisis dan ditulis dengan kritis dan pemikiran yang terbuka.
Suap dan gratifikasi di sektor pendidikan biasanya terjadi karena adanya orang tua murid memaksakan anaknya masuk sekolah tertentu.
Saat ini terdapat perbedaan rekomendasi antara pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkait pola kerja fleksibel.
KETUA PP Muhammadiyah sekaligus pengamat pendidikan dan sosial, Anwar Abbas, mengatakan bahwa proses belajar-mengajar memang sebaiknya dilaksanakan secara tatap muka.
SEKRETARIS Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Dudung Abdul Qodir mengapresiasi keputusan pemerintah untuk tetap menerapkan pembelajaran tatap muka.
KEPUTUSAN pemerintah membatalkan rencana pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada April 2026 dinilai sebagai langkah tepat di tengah kekhawatiran penurunan kualitas pendidikan.
KETUA Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri mengatakan bahwa keputusan pemerintah tetap memberlakukan sekolah tatap muka sudah tepat. Namun, kegiatannya harus berkualitas.
PENGAMAT dan praktisi pendidikan Indra Charismiadji menilai wacana pembelajaran jarak jauh atau PJJ maupun work from home atau WFH tak berkaitan dengan kualitas pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved