Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
WALL Street English (WSE) Indonesia sebagai brand pembelajaran Bahasa Inggris dewasa yang terdepan membuktikan kesuksesannya di era New Normal berkat Business Model Pivot, transformasi digital yang sigap, serta kultur perusahaan yang fokus pada customer.
Pengalaman belajar di WSE kini dapat dilakukan sepenuhnya online lewat aplikasi khusus yang menggabungkan sistem pembelajaran interaktif dengan kelas tatap muka bersama guru native.
Metode terkenal WSE, yang menerapkan Bahasa Inggris kedalam lifestyle, juga dapat dilakukan sepenuhnya online, melalui webinar yang diadakan oleh komunitas WSE serta networking sessions yang dipandu oleh guru native.
Selama masa Pandemi, tidak hanya Member WSE belajar lebih aktif, tetapi WSE telah melebarkan jangkauan Member ke segala penjuru Indonesia dan bahkan ke luar negeri.
Di bulan April, WSE meluncurkan Membership baru yang sepenuhnya online yaitu WSE Goes Online (GO), yang terbukti sangat sukses. Oleh karena itu, WSE juga memungkinkan program lainnya untuk dapat diakses secara online, seperti IELTS Preparation Course dan Professional Skills, ditujukan khusus untuk profesional. WSE juga memiliki program VIP membership, yaitu program on-demand sesi privat 1-on-1, baik untuk individu maupun perusahaan yang kini dapat diakses online.

Hadirnya berbagai inovasi ini juga dibarengi dengan kampanye Wall Street English, #EmergeStronger, yang bertujuan untuk menginspirasi masyarakat Indonesia agar tetap semangat, berpikir positif dan terus meningkatkan nilai diri di tengah krisis saat ini. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk memiliki nilai diri yang lebih baik adalah dengan belajar Bahasa Inggris yang sekarang dapat dilakukan secara online.
Kish Gill, CEO Wall Street English Indonesia, mengatakan “Kami dengan cepat melakukan inovasi di sistem pembelajaran, sehingga proses belajar tidak pernah terhambat selama masa Pandemi. Hal ini terbukti dari jumlah Member kami yang bertumbuh 30% selama masa Pandemi. Melalui kelas online yang diadakan lebih dari 150 kelas setiap harinya, memungkinkan kami untuk menjangkau Member yang tersebar dari Sabang sampai Merauke."
"Terinsipirasi dari semangat member dan staf kami selama masa pandemi, Wall Street English ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk turut bangkit meningkatkan daya saing lewat kemampuan berbahasa Inggris melalui kampanya #EmergeStronger,“ tutup Kish.
“Ditengah keterbatasan fisik dalam berinteraksi sosial yang disebabkan pandemi Covid-19, membuat saya sulit untuk melakukan beragam kegiatan yang saya lakukan sehari-hari. Untungnya Wall Street English telah memiliki komunitas online selama Pandemi, sehingga saya tetap bisa melatih Bahasa Inggris saya dan menjadi percaya diri menggunakannya," kata Heinz Schoeck, Member Wall Street English.
"Saya sangat bangga untuk dapat menjadi orang Indonesia pertama yang terpilih menjadi ketua organisasi kedokteran di Aberdeen University, Scotland, berkat keberhasilan saya melakukan presentasi dengan baik,” tutur Heinz Schoeck.

Snapshot Kegiatan WSE Community yang dengan penerapan Protokol Keamanan dan Kesehatan yang berlaku.
Wall Street English percaya bahwa pembelajaran Bahasa Inggris harus diterapkan dalam lifestyle untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan nyata.
Dengan demikian, selain melakukan inovasi dalam sistem pembelajarannya, Wall Street English juga melakukan inovasi dalam komunitasnya sehingga seluruh Member dapat menikmati berbagai jenis komunitas yang didirikan sesuai riset mendalam terhadap minat masyarakat Indonesia, antara lain dalam bidang akademik (komunitas LEAP), profesional (komunitas The Syndicate), kreatif (komunitas Cre-8), dan entertainment (komunitas Re-Charge).
Kegiatan yang dilakukan dalam komunitas-komunitas tersebut bermanfaat untuk menambah pengetahuan, meningkatkan kepercayaan diri menggunakan Bahasa Inggris, dan memperluas relasi.
Tentang Wall Street English Indonesia
Wall Street English adalah tempat belajar bahasa Inggris dengan pengalaman lebih dari 48 tahun dan memiliki 420 cabang yang tersebar di 29 negara. Sejak tahun 2007, Wall Street English hadir di Indonesia dengan komitmen membuat Indonesia lebih kompetitif dengan penguasaan keterampilan berbahasa Inggris. WSE menggunakan metode blended learning yang menggabungkan proses belajar digital yang interaktif dan juga kelas tatap muka yang didukung oleh tenaga pengajar native dan profesional.
WSE juga memahami pentingnya menjadikan bahasa Inggris sebuah gaya hidup. Oleh karena itu WSE menciptakan komunitas agar anggota dapat berbagi ide, memperluas jaringan pertemanan dan memperoleh akses eksklusif untuk bertemu dengan para ahli di bidangnya.
WSE memiliki tujuh cabang di Indonesia, empat diantaranya berlokasi di Jakarta, satu di Tangerang, satu di Bandung dan satu di Surabaya. WSE Indonesia percaya jika Anda dapat berbahasa Inggris dengan baik dan penuh percaya diri, maka dunia yang penuh dengan peluang akan terbuka. (RO/OL-09)
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
Selama 59 tahun, Universitas Pancasila menjadi rumah bagi lahirnya generasi penerus bangsa.
Menurutnya, ketiga faktor tersebut belum menunjukkan relevansi Bahasa Portugis yang signifikan bagi Indonesia.
Pembelajaran bahasa asing akan membuat anak didik Indonesia lebih terasah kecerdasan dan daya kreatifnya.
Kemendikdasmen diminta untuk melakukan kajian terkait dengan permintaan Presiden Prabowo Subianto menjadikan bahasa Portugis sebagai pelajaran di sekolah.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, mengatakan ia menyambut rencana pelajaran bahasa Portugis di sekolah tersebut, tetapi harus dengan relevansi yang jelas.
Menurut sebuah penelitian, mereka yang bisa berbicara lebih dari dua bahasa, biasanya memiliki kemampuan kognitif hingga pemecahan masalah yang lebih baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved