Sabtu 24 Oktober 2020, 16:45 WIB

Dukungan Nutrisi Penting untuk Tunjang Kesembuhan Kanker pada Anak

Eni Kartinah | Humaniora
Dukungan Nutrisi Penting untuk Tunjang Kesembuhan Kanker pada Anak

Ist
Gizi yang baik bisa melawan risiko infeksi dan mentoleransi efek samping terapi pada anak dengan kanker.

 

DI dunia terdapat 300.000 kanker anak per tahun. Di negara maju, tingkat kesmebuhan kanker pada anak cukup tinggi, mencapai 80%. Namun di negara berkembang dan miskin, angka kesembuhan hanya 20%.

Banyak faktor yang menentukan kesembuhan kanker pada anak. Salah satunya adalah dukungan gizi yang baik. Anak-anak sedang menjalani masa tumbuh kembang dan masa pubertas sehingga pemenuhan gizi ini perlu mendaapat perhatian, lebih-lebih pada anak dengan kanker. 

“Gizi yang baik bisa melawan risiko infeksi dan mentoleransi efek samping terapi pada anak dengan kanker,” jelas Dr. dr Ririn Hariani,SpGK, spesialis gizi klinis dari RS Kanker Dharmais dalam webinar yang diselenggarakan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), Sabtu (24/10). 

Dr. Ririn menambahkan, fungsi gizi tidak hanya untuk mempertahankan fungsi tubuh, namun bisa mendukung aktivitas dan kesembuhan anak dengan kanker. Mereka juga menjadi lebih tahan terhadap efek samping terapi sehingga terapi tidak memanjang.

Hubungan gizi dengan kanker 

Sekitar 5,50% anak dan remaja dengan kanker mengalami kurang gizi saat terdiagnosis. Angka ini akan meningkat 40-80% saat pasien menjalani terapi kanker. Penyebabnya adalah asupan gizi kurang dan perjalanan kanker itu sendiri.

"Kurang gizi pada anak dengan kanker akan menurunkan peluang kesembuhan. Penelitian menunjukkan lama hidup anak kanker dengan gizi kurang pada bulan ke-6 lebih rendah dibandingkan pasien dengan gizi cukup," jelas dr.Ririn.

Menurut dr.Ririn, dampak malnutrisi pada anak dengan kanker yaitu  meningkatkan terjadinya infeksi, meningkatkan komplikasi operasi, menurunkan toleransi kemoterapi dan radiasi, meningkatkan biaya perawatan, performa status menurun, dan beban sosial

Kurang gizi jangka pendek, menurut dr.Ririn, ditandai dengan penurunan massa otot, kurus, tidak tahan efek samping terapi dan jadwal terapi memanjang. Anak Nampak lemas, dan jika dilakukan pemerikaan laboratorium tidak normal. Misalnya kadar hemoglobin turun dan anemia. 

“Semua hal tersbeut menjadilan perawatan di rumah sakit menjadi lebih lama. Semakin lama anak dirawat di rumah sakit, membuat anak menjadi rentan depresi,” jelas dr. Ririn.

Dalam jangka panjang akan terjadi malnutrisi kronik sehingga pertumbuhan anak terganggu, ketahanan hidup turun dan gangguan pertubuhan tulang.

Hampir semua jenis kanker berisiko menyebabkan kondisi kurang gizi, terutama kanker stadium lanjut yang membutuhkan terapi intensif berupa kemoterapi, radiasi dan operasi.

“Mengapa anak yang menjalani kemoterapi mengalami kesulitan makan? Karena kemoterapi membunuh sel yang membelah cepat termasuk sel saluran cerna. Selain tidak nafsu makan, anak bisa mengalami sariawan, mual, muntah, diare, dan perubahan rasa kecap,” tambah dr. Ririn.

Cegah malnutrisi pada pasien dan survivor kanker anak

Selama menjalani terapi, pasien kanker anak tetap perlu melakukan penilaian tinggi dan berat tinggi badan sesuai usia, untuk menghitung kebutuhan gizinya. Selain itu perlu dipantau apakah anak masih bisa makan melalui mulut. Jika asupan gizinya kurang dari 60% maka direkomendasikan makan dengan selang.

"Secara umum nutrisi yang dibutuhkan anak kanker adalah gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat sebagai sumber energi,  sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral, dan protein cukup untuk mengganti sel-sel yang rusak akibat kemoterapi," papar dr.Ririn.

Pedoman umum pemberian gizi seimbang pada anak dengan kanker adalah konsumsi aneka ragam makanan harian, kebiasaan hidup bersih, selalu beraktivitas fisik atau olahraga, dan rutin timbang berat badan

"Usahakan hindari makanan yang dibakar, makanan olahan, dan makanan yang tidak terjamin kebersihannya. Olahraga sangat mendukung pemenuhan gizi karena bisa membuat anak lebih segar sekaligus meningkatkan nafsu makan," saran dr.Ririn. 

Apabila pemberian makanan biasa kurang optimal maka bisa penambahan makanan cair sesuai kebutuhan anak. Libatkan anak-anak dalam proses memasak agar tertarik untuk makan, atau hidangkan makanan dengan tampilan yang menggugah selera.

"Penelitian menunjukkan, intervensi gaya hidup dini melalui pengaturan gizi dan aktivitas penting. Selain untuk menunjang kesembuhan anak dengan kanker, juga  untuk mencegah kelebihan berat badan dan penyakit kronis di masa depan pada survivor kanker anak," paparnya. (Nik/OL-09)

Baca Juga

Dok. Istimewa

Galon Plastik Sekali Pakai Disebut Mudah Didaur Ulang

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 02 Desember 2020, 21:02 WIB
Kode plastik daur ulang Nomor 1 tergolong mudah didaur ulang dan dapat digunakan...
MI/Rommy Pujianto

Data Komprehensif Penyandang Disabilitas Mendesak Diwujudkan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 02 Desember 2020, 20:07 WIB
Pemanfaatan data secara komprehensif itu untuk kepentingan penanganan para penyandang disabilitas yang juga merupakan bagian dari warga...
Dok. LAPAN

Ternyata, Indonesia Negara Kedua di Asia yang Luncurkan Roket

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 02 Desember 2020, 19:40 WIB
Tipe roket yang dikembangkan antara lain RX-100, RX-120, RX-360, RX-450, RX-550. Roket RX-450 yang mengemban misi sebagai roket peluncur...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya