Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai konflik antarumat beragama di Maluku memberikan pelajaran yang sangat berharga.
Dia pun mengajak umat beragama untuk kembali pada inti pokok ajaran agama itu sendiri. Menurutnya, agama hadir untuk menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan.
"Setiap umat beragama yang sampai pada esensi ini, dengan perbedaan sekeras dan setajam apapun, tidak bisa dijadikan alasan untuk saling berkonflik," ujar Lukman dalam diskusi virtual, Sabtu (17/10).
Baca juga: Moderasi Beragama Cegah Arus Intoleransi dan Radikalisasi
Menyikapi keragaman agama bukan berarti harus menyeragamkan. Oleh karena itu, Lukman mengajak seluruh pemeluk agama, terutama Islam, untuk tidak berpretensi apalagi terobsesi menyamakan semua umat. Menurutnya, perbedaan pandangan adalah hal wajar dan harus dihormati.
"Orang memakai celana cingkrang, atau menggunakan cadar, itu hak mereka. Hal yang harus diwaspadai adalah ketika sebuah keyakinan kemudian dimonopoli menjadi suatu kebenaran. Lalu, menyalahkan pihak yang berbeda dengan yang diyakininya," pungkasnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Universitas IAIN Metro Lampung Suhairi menyoroti peluang dan tantangan moderasi bergama. Dia berpendapat modal moderasi beragama di tingkat lokal dan nasional hampir sama.
Baca juga: Wapres: Kerukunan Antar Umat Beragama Pondasi Kerukunan Nasional
Bangsa Indonesia dikatakannya memiliki modal dasar dalam menjalankan moderasi beragama. Seperti, komitmen kebangsaaan yang menjadi konsensus dasar negara.
Kemudian, sikap toleransi yang mudah diterapkan dan sudah menjadi karakter bangsa Indonesia. Sehingga, mudah diterapkan dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal. "Kita memiliki nilai luhur, seperti gotong-royong, santun, ramah dan toleran," tutur Suhairi.
Menurutnya, sikap moderat sudah menjadi karakter dari cara pandang dan perilaku bangsa Indonesia. Namun, moderasi beragama menemukan tantangan di tengah perkembangan era digitalisasi.(OL-11)
Film Patah Hati yang Kupilih berfokus pada hubungan Alya dan Ben, yang terbentur tembok besar perbedaan agama yang diperparah oleh penolakan restu orangtua.
MENTERI Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan akan terus berusaha agar umat semakin dekat dengan ajaran agamanya.
MENTERI Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama harus memainkan peran strategis sebagai jembatan dan mediator antara negara dan civil society.
MEDIA (cetak, elektronik, dan digital) disadari atau tidak bukan semata penyampai pesan.
Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, kegiatan Ngaji Budaya menjadi sarana efektif untuk mengajak generasi muda mencintai seni dan budaya, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
Bermain pada film yang mengangkat kisah pernikahan beda agama, siapa sangka ternyata hal itu pernah dirasakan langsung oleh Michelle Ziudith.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
AWAL Oktober kemarin, saya berkesempatan hadir menjadi salah satu pembicara pada ajang the 4th PCINU Belanda’s Biennial International Conference di University of Groningen, Belanda.
KEMENTERIAN Agama Republik Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin atas komitmennya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Gen Z hidup di dua ruang sekaligus, yaitu dunia nyata yang penuh tuntutan dan dunia digital yang sarat perbandingan yang membuat ruang batin mereka mudah terdistraksi.
Kegiatan ini diinisiasi Kanwil Kemenag Sumbar bersama FKUB dan Kemenag Kota Padang sekaligus menjadi simbol nyata komitmen Sumbar merawat keragaman dan persatuan antar umat beragama.
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Azhar di Pekanbaru, Riau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved