Jumat 24 Januari 2020, 19:13 WIB

Wapres: Kerukunan Antar Umat Beragama Pondasi Kerukunan Nasional

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Wapres: Kerukunan Antar Umat Beragama Pondasi Kerukunan Nasional

MI/ADAM DWI
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

 

WAKIL Presiden Ma'ruf Amin mengatakan kerunan umat beragama menjadi unsur utama dari kerukunan nasional. Apabila hal itu terganggu, maka kerukunan nasional akan terganggu.

Oleh karena itu, Forum Persaudaraan Umat Beragama (FPUB) ada di berbagai provinsi dan kabupaten/kota guna menjaga kerukunan antarumat. "Kalau itu terganggu itu bisa merembet ke provinsi lain. Saya ingin menyampaikan terima kasih pada pak Gubernur selaku Forkompinda yang berhasil menjaga kerukunan umat beragama dengan sangat baik dan menjadi contoh bagi seluruh provinsi," tutur Ma'ruf Amin di Gedung Agung Istana Kepresidenan, di Kota Yogyakarta, Provinsi DIY, hari ini.

Tantangan sekarang ini, ujar Wapres,  ialah keberadaan kelompok-kelompok intoleran. Hal itu, imbuhnya, bukan hanya terjadi di Indonesia tapi juga global. Wapres mengatakan dari cara berpikir intoleran dapat berkembang menjadi radikalisme dan berujung pada terorisme. Oleh karena itu, Wapres mengatakan pemerintah memandang perlu menyeriusi penangkalan radikalisme.

"Saya ditugaskan bapak presiden menggalang upaya penangkalan ini. Karena itu saya mengoordinasikan seluruh kementerian dan lembaga, secara bersama-sama menangkal ini," tutur Wapres.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwana X berharap para umat beragama Yogyakarta dapat kembali merawat toleransi antarwarga.

Sultan menuturkan belakangan ini citra kota yang dikenal dengan julukan "Kota Pelajar" itu dicederai oleh perilaku intoleransi dan tindak kekerasan oleh kelompok umat beragama tertentu. Hal itu diutarakannya dalam pertemuan  bersama Wakil Presiden (Wapres)

"Citra Yogyakarta sebagai kota toleransi akhir-akhir ini sering dicederai oleh perilaku intoleransi dan tindak kekerasan oleh mereka yang keyakinannya tentang agama belum paripurna," tutur Sultan.

Menurut Sultan, pertemuan antar umat beragama yang dilakukan oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, mengandung makna penting di Yogyakarta yakni mengembanglikan memori kolektif sebagai bangsa yang plural. Yogyakarta, terang Sultan, telah merefleksikan perjuangan bersama bangsa Indonesia tanpa membeda-beda keyakinan, suku, ras golongan, status sosial dan lain-lain.

"Di kota inilah proses menjadi indonesia diwujudnyatakan dalam semangat kebhinekaan tunggal ika yang disemaikan, dipupuk dan dibangun bersama," imbuhnya.

Di Yogyakarta juga, sambungnya, persaudaraan umat beragama telah terjalin sejak lama. Pluralisme itu ditandai dengan didirikannya Forum Persaudaraan Umat Beriman pada 1997 yakni sebuah entitas persaudaraan sosial yang didirikan antara lain oleh Presiden Keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid. Ia pun berharap Wapres sebagai sosok pimpinan organisasi Islam terkemuka di Indonesia, terus menggaungkan islam yang moderat dan menjungjung tinggi nilai kemanusiaan.

Setara Institute telah merilis hasil kajian mereka tentang kondisi kebebasan beragama dan berkeyakinan pada 2015. Lembaga itu memberikan catatan khusus bagi Yogyakarta karena kota yang mendapat julukan City of Tolerance ternyata termasuk dalam lima besar provinsi dengan pelanggaran tertinggi. (OL-4)

Baca Juga

Dok.  Biro Pers Sekreatariat Presiden

Presiden: Pemerintah Hormati Proses Hukum di KPK

👤Andhika prasetyo 🕔Rabu 25 November 2020, 13:00 WIB
Presiden Joko Widodo yakin KPK bekerja transparan, terbuka, dan profesional, terkait penangkapan menteri KKP Edhy...
AFP/ADITYA AJI

Jokowi Hormati Proses Hukum di KPK

👤Nur Azizah 🕔Rabu 25 November 2020, 12:59 WIB
Jokowi menegaskan pemerintah terus mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Tanah...
ANTARA/Dhemas Reviyanto

Pangdam Jaya Sebut Ada Kelompok Islam yang Mengklaim Kebenaran

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 25 November 2020, 12:43 WIB
"Sehingga yang muncul di permukaan adalah wajah agama yang kaku dan maunya menang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya