Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
FREKUENSI masyarakat dalam membeli produk hasil agroindustri meningkat di masa pandemi. Hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan MarkPlus, Inc.
Associate MarkPlus, Inc. Chrestella Carissa mengungkapkan, sebelum pandemi rata-rata orang belanja satu kali selama sepekan. Namun adanya pandemi, 37% responden menyatakan belanja lebih dari sekali selama sepekan tersebut. Sisanya 63% menyatakan tidak ada perubahan dalam belanja produk seperti pertanian atau nabati tersebut.
"Total transaksi belanja masyarakat untuk hasil agroindustri juga meningkat menjadi lebih dari Rp500 ribu per transaksi," ujar Chrestella dalam webinar 'The 2nd MarkPlus Industry Roundtable: Agro Industry Secto', Jakarta, Selasa (13/10).
Survei tersebut dilakukan 100 responden dengan kelompok usia mayoritas di atas 35 tahun. Adapun dominasi jumlah pengeluaran bulanan respondes sebesar Rp3 juta sampai 4,9 juta perbulan.
Chrestella mengatakan, adanya kenaikan konsumsi belanja tersebut disebabkan adanya tren memasak makanan di rumah selama pandemi untuk menjamin kualitas dan nutrisi makanan yang dikonsumsi.
Hasil survei lainnya juga menyebutkan, selama pandemi responden lebih banyak membeli produk hasil agroindustri lewat online dan pasar dekat rumah dengan jumlah 24%. Lalu yang memilih membeli lewat pedagang keliling ada 21%
Baca juga : Waspada Bencana Hidrometeorologi, Kemenhub Fokus di Dua Sektor
Hal ini, kata Chrestella berbeda ketika sebelum ada pandemi. MarkPlus mencatat responden lebih banyak membeli produk agroindustri di pasar tradisional dengan jumah 64%. Lalu 59% memilih belanja di supermarket dan 54% membeli hasil produk agroindustri dari pedagang keliling.
"52% responden khawatir penjual dan produk terpapar virus covid-19 jika mereka mengunjungi pasar tradisional maupun supermarket," terang Chrestella.
Lalu, 51% responden merasa takut jika tempat belanja ramai dan 49% khawatir harga meningkat. ”Mereka tidak yakin apakah penjual terpapar virus Covid-19 dan juga takut apabila toko oflline ramai,” paparnya.
Chrestella juga mengatakan produsen maupun penjual produk agroindustri harus mampu menjamin dan mengedukasi konsumen terkait keamanan proses produksi maupun penjualan produk yang telah menerapkan protokol kesehatan.
Selain itu, pemanfaatan teknologi digital dan ketersediaan produk juga perlu terus dijaga.
“Tren memasak makanan di rumah saat ini sedang meningkat sehingga masyarakat membutuhkan produk yang segar, berkualitas tinggi untuk mencukupi nutrisi mereka,” tandas Chrestella. (OL-7)
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
DI sektor petrokimia, pengelolaan air tidak hanya berfokus pada pemenuhan baku mutu lingkungan, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kontinuitas operasi industri.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema 'Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia' yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1).
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan target swasembada pangan. Cadangan beras nasional di Perum Bulog mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
GP Ansor melakukan panen padi organik di Kabupaten Blora, sekaligus menanam 3.000 pohon kelapa.
Pertanian regeneratif adalah pengelolaan holistik yang berbeda dengan konsep keberlanjutan (sustainable) biasa.
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved