Selasa 13 Oktober 2020, 15:53 WIB

Waspada Bencana Hidrometeorologi, Kemenhub Fokus di Dua Sektor

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Waspada Bencana Hidrometeorologi, Kemenhub Fokus di Dua Sektor

Antara/Jessica Helena
Seorang warga menyusuri Sungai Kapuas di Kalimantan Barat yang diselimuti awan gelap.

 

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) melakukan upaya antisipasi terhadap ancaman bencana hidrometerologi. Mengacu data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan diprediksi meningkat pada bulan depan.

“Menindaklanjuti arahan Presiden untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi, kami sudah melakukan sejumlah antisipasi. Khususnya di sektor perhubungan udara dan laut,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan resmi, Selasa (13/10).

Kemenhub pun meminta seluruh penyelenggara sarana dan prasarana transportasi untuk menyiapkan langkah antisipasi dan penanganan tanggap darurat.

Baca juga: Waspadai La Nina, BMKG: Ada Ancaman Bencana Hidrometeorologi

Di sektor udara, lanjut Budi, Kemenhub telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 47 Tahun 2020 tentang Kegiatan Penerbangan pada Kondisi Weather Minima. Adapun weather minima ialah suatu kondisi visibiltas atau jarak pandang yang terbatas karena faktor cuaca.

SE tersebut ditujukan kepada penyelenggara angkutan udara, bandar udara, navigasi penerbangan dan pelayanan informasi meteorologi penerbangan.

Kemenhub juga menginstruksikan sejumlah pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah antisipasi jika terjadi kondisi weather minima. Seperti, informasi perubahan cuaca, instruksi kepada pilot, memastikan keandalan dan akurasi peralatan navigasi penerbangan, hingga mengukur visibility runway.

Baca juga: Menhub Yakin LRT Bisa Urai Kemacetan di Palembang

Pihaknya telah memetakan upaya antisipasi di 15 bandara yang berlokasi di daerah rawan tsunami. Misalnya, Bandara Binaka Gunung Sitoli, Bandara Minangkabau, Bandara Ngurah Rai, Bandara Balikpapan, serta Bandara Mamuju.

Di sektor laut, Kemenhub menginstruksikan kepada jajaran Ditjen Perhubungan Laut untuk melakukan upaya antisipasi. Seperti, menerbitkan Maklumat Pelayaran jika terjadi cuaca buruk dan gelombang tinggi. Kemudian, mengoptimalkan tim respons cepat terkait kesiapsiagaan tanggap darurat.

Baca juga: Setiap Tahun, Aktivitas Gempa Bumi Meningkat 11 Ribu Kali

Tidak kalah penting, mengoptimalkan sarana bantu navigasi pelayaran dan telekomunikasi pelayaran melalui Vessel Traffic System (VTS). Serta, berkoordinasi dengan Basarnas dan menyiagakan kapal patroli.

Kemenhub turut melakukan integrasi sistem sensor penerima peringatan yang dipasang di VTS pada pelabuhan rawan tsunami. Seperti, pelabuhan di wilayah Bakauheni, Bali, Ambon, Teluk Bayur dan di Marine Command Center (MCC).

BMKG memprediksi fenomena La Nina meningkatkan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia. Diperkirakan, curah hujan naik 20-40% di atas normal.(OL-11)

Baca Juga

Shutterstock/Medcom.id

Evaluasi Segera Sistem Pembelajaran Jarak Jauh

👤Ata/Wan/X-8 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 03:58 WIB
Peristiwa memilukan itu terjadi pada 27 Oktober lalu. Korban ditemukan tewas gantung diri di kamar mandi tempat tinggalnya. Dia nekad...
AFP Photo/Paolo Miranda/Medcom.id

Banyak Perawat Mulai Kelelahan

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 03:39 WIB
Tugas para perawat yang tidak terinfeksi covid-19 kian berat karena bisa double shift. Pemerintah diharapkan makin memperhatikan...
Medcom.id

Warga Diminta tidak Pulang Serentak

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 03:02 WIB
Warga tetap diingatkan agar jangan melupakan kewajibannya untuk menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah munculnya klaster baru saat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya