Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
AGENDA besar MTQ Nasional XXVII yang akan digelar di Sumatra Barat bulan depan di Sumatera Barat dinilai bisa menjadi klaster baru penularan Covid-19. Terlebih Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman sebagai lokasi kegiatan dalam sebulan terakhir menjadi zona berbahaya bagi penularan Covid-19.
Hal itu diungkapkan epidemiolog Universitas Andalas Defriman Djafri, Senin (12/10). Menurutnya, panitia pelaksana MTQ harus membuat skenario sangat ketat supaya tidak ada peserta, panitia, dan penonton MTQ menjadi korban penularan Covid-19.
"Event besar seperti MTQ, pilkada, dan lain-lain menjadi ancaman ke depan. Jika tidak hati-hati menghitung dan mengukur kapasitas dan upaya pengendalian yang komprehensif, skenario terburuk kemungkinan terjadi," ujarnya.
Ia mengatakan MTQ Nasional 2020 di Sumbar akan mendatangkan kontingen dari seluruh Indonesia. Artinya, lalu lintas orang ke Sumbar akan tinggi selama pelaksanaan MTQ berlangsung.
Selain ada potensi masuknya Covid-19, MTQ 2020 juga berbahaya bagi mereka yang datang ke Sumbar karena daerah tuan rumah sendiri sedang mengalami peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan dalam dua bulan terakhir.
Defriman menyebut panitia dan pemimpin kontingen harus sama-sama memahami skenario yang akan dijalankan untuk menghindari penularan Covid-19. Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand itu tidak terlalu mengkhawatirkan pelaksaan cara MTQ itu sendiri.
Hal yang lebih mengkhawatirkan adalah kegiatan lain para peserta di luar acara MTQ seperti berwisata atau belanja. Agenda di luar MTQ inilah menurut Defriman harus diantisipasi oleh panitia dan Pemprov Sumbar. Panitia dan kepala rombongan harus benar-benar mengontrol semua orang yang mereka bawa agar tidak melakukan kegiatan tanpa koordinasi.
"Kegiatan yang terkait langsung dengan acara MTQ bisa diantisipasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bagaimana dengan yang ingin wisata? Ini yang harus diantisipasi," ucap Defriman.
Ia mengingatkan agar penyelenggaraan MTQ ini panitia tidak gagal dalam upaya mencegah penularan Covid-19. "Karena selain bahaya untuk Sumbar juga bahaya bagi daerah-daerah yang mengirimkan kafilah untuk MTQ," pungkasnya. (R-1)
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Ketua Panitia Profesor Farid Mulana, mengatakan, 150 peserta itu berasal dari lebih 40 perguruan tinggi di Indonesia dan negara lain.
Sebanyak 56 kafilah Kabupaten Lamongan untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI tingkat Provinsi Jawa Timur 2025, di Pendopo Lokatantra.
Ia mulai menghafal Al-Qur’an sejak kecil di Zeid bin Tabak Center, lembaga pendidikan yang berlokasi di pelataran Mesjid Al-Aqsa, Yerusalem.
Selain kompetisi utama, kegiatan lainnya adalah seminar Al Qur’an, pameran kaligrafi internasional, workshop penulisan Al Qur’an.
“Tidak ada negara seperti Indonesia yang menyelenggarakan MTQ itu menjadi pesta rakyat."
Kemenag memberi penghargaan total Rp125 juta kepada 5 qari, qariah, dan hafiz yang berprestasi di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional dan mengupayakan mereka diangkat PNS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved