Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
OKTOBER diperingati sebagai Bulan Kesadaran Kanker Payudara Sedunia. Tahukah Anda bahwa faktor risiko kanker payudara bisa dihitung?
Dosen Universitas Andalas Padang Ricvan Dana Nindrea mengungkapkan itu dalam disertasinya yang berjudul Model Kalkulasi Faktor Risiko Kanker Payudara Berorientasi Machine Learning di Indonesia secara daring.
Berdasarkan hasil penelitiannya itu, model yang dihasilkan dapat membantu menentukan apakah seseorang dalam kondisi aman atau memiliki risiko kanker payudara.
“Kalkulasi risiko dengan menggunakan s c o r i n g sesungguhnya dapat membantu masyarakat agar dapat melakukan pemeriksaan rutin untuk deteksi dini kanker payudara.
Membantu pelayanan petugas kesehatan dalam menemukan orang yang berisiko terkena kanker payudara,” jelasnya saat menempuh ujian terbuka Program
Doktor FKKMK UGM, Selasa (29/9).
Apabila seseorang dalam kategori berbahaya, tindakan yang harus disegerakan ialah melakukan screening. Jika seseorang dalam perilaku pencegahan cukup memadai, disarankan agar tetap menjaga perilakunya.
Ketika masuk kategori aman, seseorang direkomendasikan untuk mempertahankan perilaku dan menghindari faktor risiko kanker payudara.
“Agar tetap terhindar dari penyakit kanker payudara,” urai Ricvan yang dinyatakan lulus dengan predikat cum laude dan menjadi doktor ke-4.903 UGM.
Di Indonesia, kanker payudara menempati urutan teratas kanker pada perempuan. Kenaikan kasus baru kanker payudara mencapai 30,9% atau sebesar 58.256 dari 188.231 kasus.
Menurut Ricvan, masalah yang terjadi ialah keterlambatan diagnostik yang dipicu ketidaktahuan pasien (patient delay), ketidaktahuan dokter atau tenaga medis (doctor delay), atau keterlambatan rumah sakit (hospital delay).
Rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengenali risiko kanker payudara di Indonesia membuat kasus lebih banyak teridentifikasi pada stadium lanjut.
“Kondisi inilah yang menyebabkan perlu dilakukan kalkulasi faktor risiko kanker payudara, untuk membantu peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengenali risiko kanker payudara di Indonesia,” ujarnya.
Deteksi dini kanker payudara berkontribusi terhadap penurunan kematian akibat kanker payudara. Selain itu, nilai manfaat lainnya ialah mengurangi efek biaya yang besar.
Ketua Umum Cancer Information and Support Center (CISC) Aryanthi Baramuli Putri menyampaikan fase stadium dini menjadi kesempatan emas bagi pasien kanker untuk dapat sembuh dan menyelamatkan payudara melalui pemberian terapi sistemis sebelum tindakan operasi. (Medcom.id/H-2)
Peneliti Universitas Airlangga mengembangkan turunan pinostrobin dari temu kunci yang berpotensi lebih efektif dan aman untuk terapi kanker payudara.
Dari studi tersebut, terdapat beberapa temuan utama terkait faktor gaya hidup setelah diagnosis kanker payudara dan pengaruhnya terhadap peluang kesembuhan ataupun kelangsungan hidup
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Kanker payudara masih jadi kasus tertinggi pada perempuan. Simak 8 langkah alami berbasis bukti ilmiah untuk menurunkan risiko, mulai dari olahraga hingga deteksi dini rutin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved