Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER payudara merupakan kanker yang paling banyak ditemukan pada perempuan di seluruh dunia. Di Indonesia, kenaikan kasus baru kanker payudara mencapai 30,9% atau sebesar 58.256 dari 188.231 kasus.
Ketua Umum Cancer Information and Support Center (CISC) Aryanthi Baramuli Putri mengatakan kasus kanker payudara merupakan jenis kanker yang terbanyak di Indonesia. Data Globocan 2018 menyebutkan, dari 100 ribu populasi penduduk, terdapat 42,1 kasus baru kanker payudara. Kondisi pandemi covid-19 saat ini dikhawatirkan akan menambah risiko penambahan kasus kanker payudara secara signifikan.
“Sebagai kelompok masyarakat berisiko tinggi di masa pandemi covid-19, pasien kanker, khususnya kanker payudara, memerlukan edukasi yang tepat dan benar tentang penanganan dan panduan untuk tetap menjaga kesehatan mental dan fisik,” ujarnya dalam keterangan resmi, kemarin.
Untuk meminimalkan risiko keterpaparan kanker payudara, menurut Aryanthi, perlu dukungan dari semua pihak untuk mengupayakan pelayanan kesehatan terbaik dan menciptakan kondisi yang mendukung penatalaksanaan kanker yang optimal, mulai stadium dini hingga stadium lanjut.
Stadium dini khususnya merupakan kesempatan pasien dapat sembuh, juga kesempatan untuk dapat menyelamatkan payudara melalui pemberian terapi sistemis sebelum tindakan operasi.
Ahli hematologi onkologi medis Rachman menyampaikan dalam sesi diskusi bahwa kemajuan teknologi perawatan kanker dapat membantu memberikan kesempatan bagi pasien untuk dapat mempertahankan payudara mereka melalui terapi sistemis yang diberikan sebelum tindakan operasi.
Motivasi
Selain masalah medis, penguatan mental sangat dibutuhkan penyintas kanker untuk mendukung penyembuhan mereka. Hal itu dikemukakan Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat yang juga merupakan penyintas kanker payudara.
“Menderita kanker bukan khir dari segalanya. Menjadi penderita kemudian penyintas adalah kesempatan kedua yang diberikan-Nya kepada kita untuk menjadi lebih baik dan berguna,” ujarnya.
Hidup dengan tujuan, tidak menyerah, dan terus berjuang. Berjuang bukan hanya untuk penyembuhan, melainkan juga mengisi hari dan waktu dengan berbagi untuk sesama dengan terus memohon rida-Nya.
Kanker mungkin mematikan, imbuh Lestari, tetapi kanker tak boleh membunuh harapan dan cinta. “Kanker tidak boleh membuat kita kehilangan semangat, kekuatan, dan kebahagiaan dalam hidup. Kanker tidak boleh membuat kita terbebani,” katanya. Rasa tetap optimistis pada kesembuhan harus terpelihara dengan mengupayakan terapi terbaik dan menjalani hidup dengan bahagia. (H-1)
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau seluruh perempuan Indonesia berusia di atas 30 tahun untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk cegah kanker payudara.
Insinyur Katie Weimer kembangkan teknologi biotissue cetak 3D untuk rekonstruksi payudara. Solusi alami tanpa risiko implan industri bagi penyintas kanker.
Ketika diuji di laboratorium pada sel kanker payudara, senyawa ini banyak masuk dan terakumulasi di sel kanker payudara yang memiliki reseptor estrogen positif.
Kenali jenis mastektomi, lama pemulihan, serta cara merawat tubuh dan kesehatan mental setelah operasi kanker payudara.
Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2012 terdapat sekitar 40 dari 100.000 perempuan di Indonesia yang didiagnosis dengan kanker payudara.
Jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara maka Indonesia termasuk salah satu negara dengan bertahan hidup pasien kanker payudara yang rendah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved