Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DEKAN Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam mengungkapkan stok obat covid-19 di Indonesia kini mulai menipis.
"Obat-obat sekarang sudah mulai kosong. Diantaranya actemtra buat orang yang mengalami keadaan yang kita bilang badai sitokin, itu mulai kosong. Kemudian favipiravir susah dicari," kata Ari kepada Media Indonesia, Senin (14/9).
Permasalahan yang kini dihadapi yaitu Indonesia belum mampu memproduksi obat-obatan sendiri. Di sisi lain, banyak negara seperti Amerika Serikat, India, Malaysia, dan Australia juga berlomba-lomba untuk mendapatkan obat tersebut.
Baca juga : Jauhi Stres dan Kelelahan Anggota Keluarga di Masa Pandemi
"Saya sudah wanti-wanti, kalau begini terus siap-siapkan stok obat yang banyak," ucapnya.
Untuk mengatasi kelangkaan obat, Ari menegaskan cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengendalikan kasus. Dengan kondisi penambahan 30 ribu - 35 ribu kasus per-10 hari, Ari memprediksi pada Desember mendatang kasus covid-19 akan mencapai angka 500 ribu.
"Intinya batasi jumlah kasus. Jangan utak-atik yang lain. Orang jangan keliaran di jalan. Pemeriksaan juga harus ditingkatkan agar bisa menekan angka penyebaran dan mempercepat penanganan," tandasnya. (OL-7)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved