Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
Kasus kematian dokter akibat virus korona kembali terjadi. Kali ini di Provinsi Kalimantan Timur. Diketahui, dokter tersebut bernama dr. Endah Malahayati MARS dengan jabatan terakhir adalah Direktur RS Hermina Samarinda.
Kabar duka itu diunggah oleh rekan seperjuangannya sesama dokter, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB yang merupakan Guru Besar pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo sekaligus Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastro EnteroHepatologi.
Baca juga: Tekan Angka Tenaga Medis Gugur, Pemerintah Ubah SOP Covid-19
“Satu persatu sejawat kami berguguran. Kali ini teman se-angkatan saya. Kami memanggilnya, Mala. Semoga Husnul Khotimah ” tulis Ari dalam unggahan di akun Instagram miliknya, Jumat (4/9).
Dalam unggahan tersebut, nampak tiga foto yang digabungkan. Foto tersebut memperlihatkan proses penguburan almarhum. Sejumlah orang yang menangani pemakaman memberikan penghormatan terakhir.
Diketahui dokter Mala meninggal dunia pada Kamis (3/9) pukul 23.00 WITA. Dokter Mala sudah berjuang sebelumnya selama beberapa hari di ICU melawan penyakit Covid-19. (H-3))
Aceh juga kehilangan seorang dokter. Ia ialah Dharma Widya, dokter yang menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak.
JUMLAH dokter yang gugur akibat terinfeksi virus dalam penanganan pasien Covid-19 di Kota Medan bertambah, setelah Ifan Eka Syahputra meninggal dunia, kemarin.
Pada Kamis (3/9), Amnesty International menyebut sedikitnya 7.000 petugas kesehatan di seluruh dunia telah meninggal setelah terinfeksi virus covid-19.
Ikatan Dokter Indonesia mencatat terdapat jumlah kematian pada 102 dokter umum & spesialis, 9 dokter gigi, dan 70 perawat.
Pemerintah menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk meracik SOP baru dalam penanganan wabah covid-19.
Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto meminta rumah sakit (RS) agar selalu melindungi tenaga kesehatannya. Itu ia sampaikan terkait kekerasan yang dialami dokter di RSUD Sekayu, Sumatra Selatan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
IDI tidak pernah mengeluarkan rilis atau pernyataan resmi tentang daftar minuman penyebab kanker.
Salah satu tantangan terbesar dalam kesehatan masyarakat saat ini adalah daya tarik produk tembakau, nikotin, dan turunannya seperti rokok dan vape, terutama bagi anak muda.
KETUA Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto menilai komunikasi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin harus segera diperbaiki.
KETUA Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto mengatakan, melatih dokter umum untuk melakukan operasi caesar pada ibu hamil bisa menjadi opsi terakhir.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved