Minggu 13 September 2020, 04:25 WIB

Dokter Pertama Korban Pandemi di Riau

RK/MR/AS/PO/N-2 | Humaniora
Dokter Pertama Korban Pandemi di Riau

AFP Photo/Paolo Miranda/Medcom.id
Ilustrasi -- Tenaga Medis di Rumah Sakit Cremona, tenggara Milan, Lombardy Italia, Jumat 13 Maret 2020

 

EMOSI Indra Yovi tidak terbendung. Dia merupakan dokter yang juga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Riau.

Kemarin, seorang rekannya meninggal dunia karena covid-19. Dia ialah dokter Oki Alfi an, 29, yang bertugas di Puskesmas Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar.

Oki menjadi dokter pertama di Riau yang meninggal karena pandemi. Tenaga medis lain yang juga mengalami nahas serupa ialah seorang perawat.

“Dari kejadian ini, kami minta pemerintah segera menerapkan kebijakan yang tegas, mewajibkan warga memakai masker, dan menerapkan protokol kesehatan,” kata Indra.

Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir mengakui selain seorang dokter dan seorang perawat yang meninggal karena covid-19, di wilayahnya saat ini juga ada 199 tenaga kesehatan yang terjangkit. “Ada dokter, perawat, bidan, dokter gigi, analis, dan pegawai nonkesehatan.”

Aceh juga kehilangan seorang dokter. Ia ialah Dharma Widya, dokter yang menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Sempat dirawat di Rumah Sakit Cut Meutia, Kota Langsa, Dharma dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan. Namun, dia tidak tertolong.

Dharma menjadi dokter kedua di Aceh yang meninggal karena pandemi. Sebelumnya, Imai Indra, dokter spesialis anastesi, jadi korban.

Di Jawa Tengah, ratusan warga terpapar setiap hari. Yang terbaru, muncul klaster dari sebuah rumah makan di Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Dari satu lokasi ini saja ditemukan 20 orang positif terpapar. Di Kelurahan Krobokan, kejadian itu menjadi kasus pertama karena sebelumnya daerah ini berada di zona hijau.

“Rumah makan ditutup sementara untuk dilakukan sterilisasi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Mohammad Abdul Hakam.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah meminta Wali Kota Semarang untuk menarik rem darurat karena penyebaran di wilayah itu mengkhawatirkan.

“Kedisiplinan warga mematuhi protokol kesehatan masih kurang sehingga membahayakan warga lain.” (RK/MR/AS/PO/N-2)

Baca Juga

ANTARA/dokumentasi pribadi

KH Embay Mulya Syarief: Islam Agama Peduli Sosial

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 10 Mei 2021, 02:39 WIB
KH Embay Mulya Syarief mengatakan bahwa sesungguhnya Islam adalah agama yang sangat menekankan kasih sayang dan peduli...
ANTARA/SISWOWIDODO

Survei: Kuliah Daring Cukup Efektif di Masa Pandemi

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 09 Mei 2021, 19:12 WIB
Dari 1.342 mahasiswa yang menjadi responden, 53,5% di antaranya menyatakan sistem perkuliahan...
MI/Ramdani

Jelang Idul Fitri, Polri Minta Pengelola Mal Antisipasi Kerumunan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 09 Mei 2021, 17:51 WIB
"Jika terjadi kerumunan massa di pusat perbelanjaan, yang bertanggung jawab itu ya pengelola pusat perbelanjaan tersebut," papar...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Berharap tidak Ada Guncangan Baru

LAPORAN Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2021 tumbuh di angka -0,74% (year on year/yoy).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya