Jumat 28 Agustus 2020, 05:09 WIB

Pemberian Vaksin Gratis Berdasarkan Data Peserta BPJS

Pro/Des/Fer/X-7 | Humaniora
Pemberian Vaksin Gratis Berdasarkan Data Peserta BPJS

ANTARA/PUSPA PERWITASARI
Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto

 

PEMERINTAH berencana memberikan vaksin covid-19 secara gratis dan masif pada awal 2021. Vaksin gratis akan diberikan berdasarkan data peserta BPJS Kesehatan.

“Vaksin bantuan pemerintah melalui bujet APBN dan data BPJS Kesehatan. Nanti istilahnya vaksin gratis secara massal. Namun, ada juga wacana agar penerima vaksin gratis hanya masyarakat yang tidak mampu,” ujar Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, di Jakarta, kemarin.

Pihaknya juga mengusulkan agar masyarakat mampu bisa membayar vaksin mandiri, tetapi dengan tingkat daya beli berapa harus mandiri.

Menurut Erick, nantinya akan ada dua skema pemberian vaksin covid-19, yakni secara gratis dan membeli sendiri secara mandiri oleh masyarakat bukan anggota BPJS Kesehatan atau peserta BPJS Kesehatan yang memiliki daya beli tinggi.

Secara terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa pemulihan kegiatan ekonomi masyarakat akan sangat bergantung pada ketersediaan vaksin covid-19.

“Ketika telah ditemukan vaksin, tugas pemerintah berikutnya mendistribusikan dan mengelola penanganan serta penyembuhan secara cepat agar pemulihan dapat terjadi. Apakah vaksin akan segera ditemukan dan bisa didistribusikan, ini memiliki implikasi luar biasa terhadap
kegiatan seluruh masyarakat, termasuk aspek ekonomi,” ungkapnya dalam diskusi daring yang diselenggarakan Mahkamah Agung.

Sri Mulyani menuturkan pandemi covid-19 merupakan bencana kemanusiaan yang memengaruhi seluruh faktor dalam di kehidupan masyarakat, mulai interaksi secara sosial, politik, kultural, hingga ekonomi.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan, hingga kemarin siang, jumlah pasien sembuh covid-19 di Indonesia bertambah 3.166 orang sehingga total mencapai 118.575 orang.

“Kasus sembuh di Indonesia 72,8%, ini di atas rata-rata dunia yang 69,39%,” katanya dalam konferensi virtual di Istana Kepresidenan Jakarta.

Jumlah kasus positif secara keseluruhan bertambah 2.719 orang, sedangkan kasus meninggal bertambah 120 orang sehingga total kasus meninggal menjadi 7.064 orang. (Pro/Des/Fer/X-7)

Baca Juga

MI/M Irfan

Ada Pelonggaran Usia Umrah bagi Jemaah Indonesia

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 25 Januari 2021, 04:10 WIB
Pembukaan penerbangan umrah internasional telah mulai digelar pemerintah Saudi sejak 3 Januari...
ANTARA/Fauzan

Reaksi KIPI Vaksinasi Covid-19 Tahap 1 masih dalam Kajian

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 25 Januari 2021, 03:20 WIB
Tidak ada laporan para nakes yang disuntik pertama mengalami KIPI dengan gejala...
ANTARA/Maulana Surya

Reaksi Anafilaktik akibat Vaksinasi Jarang Terjadi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 25 Januari 2021, 02:55 WIB
Sebagai tambahan informasi, anafilaktik merupakan syok yang disebabkan oleh reaksi alergi yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya