Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERADAAN plastik amat lekat dengan kehidupan masyarakat dan sering kali menjadi sumber masalah. Padahal, yang seharusnya dilakukan adalah mengatur tata kelola daur ulang plastik, serta membangun kesadaran produsen dan konsumen.
Bedasarkan data Inaplas atau Asosiasi Industri Plastik Indonesia, pada 2017 konsumsi plastik di Indonesia 5,7 ton atau setara dengan 19,8 kilogram/kapita. Namun, beruntung konsumsi per kapita Indonesia masih di bawah rata-rata konsumsi Per kapita negara lain.
Contohnya, Korea Selatan yang mengonsumsi sebanyak 141 kg/kapita per tahun, Jerman sebanyak 95,8 kg/kapita per tahun, Jepang sebanyak 69,2 kg/kapita per tahun dan Vietnam sebanyak 42,1 kg/kapita per tahun.
Seperti diketahui, sedikitnya ada tujuh jenis plastik yang digunakan sebagai kemasan. Di antaranya, polyethylene terephthalate atau PET biasanya digunakan sebagai bahan botol plastik untuk air minum kemasan dan tidak berwarna atau transparan. Penggunaannya hanya untuk sekali pakai dan tidak dianjurkan diisi air hangat apalagi air panas.
Selain itu, high density polyethylene (HDPE) yang juga banyak digunakan untuk minuman dan biasanya berwarna putih susu. Plastik HDPE juga dianjurkan untuk sekali pakai.
Plastik jenis low density polyethylene atau LDPE aman untuk kemasan makanan dan minuman (food grade). Meskipun tidak mengandung zat BPA, plastik LDPE dapat memicu zat estrogenik berbahaya.
Selain itu ada jenis plastik polypropylene atau PP adalah yang baik untuk makanan dan juga minuman dengan bentuk transparan. Plastik ini tahan panas hingga 140 derajat, dan tidak menghasilkan zat kimia berbahaya seperti jenis lain.
Pengamat polimer Mochamad Chalid mengatakan plastik sebetulnya adalah polimer yang sudah dicampur oleh zat aditif lainnya. Dalam pengaplikasiannya, zat aditif yang ditambahkan zat berbeda-beda sesuai dengan fungsinya. “Bentuknya yang sudah jadi kita kenal dengan biji plastik. Polimer yang sudah dicampur dengan zat aditif tersebut sudah menjadi plastik,” kata Chalid dalam acara The Nation yang tayang di Metro TV, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, semua plastik sebetulnya bisa terurai. Hanya saja waktu terurainya yang menjadi pembeda. “Kalau orang berbicara tentang mudah terurai, kemungkinan bisa terurai dalam waktu singkat ada beberapa jenis. Bahkan kantong kresek sekarang sudah ada yang bio-degradable (mudah terurai),” kata dia.
Dalam tingkat daur ulang plastik, Chalid mengatakan, ada empat tingkatan. Yakni, premier, sekunder, tersier dan kuartersier.
Untuk daur ulang premier, biasanya adalah daur ulang yang kembali ke bentuk aslinya.
Sedangkan di masyarakat banyak dikenal daur ulang plastik skunder. Namun, diakuinya ada plastik yang sulit di daur ulang, karena perpaduan bahan daur ulangnya menimbulkan biaya tinggi. “Bahan bakunya beda-beda jadi prosesnya beda. Ini memang lebih baik ada standarnya jadi semua bisa diproses daur ulang,” kata dia.
Saat ini, kata Chalid, sebaiknya membangun kepedulian konsumen atas penggunaan dan pemilahan plastik. Sedangkan produsen lebih baik diatur standarisasi dalam produksi plastik.
Karyawan salah satu industri plastik daur ulang, Wily Suwanggono mengatakan, pihaknya mampu mengolah daur ulang plastik PET sebanyak 3.000 ton. Selain PET ada juga jenis plastik lain yang diolah seperti HDPE dan PE atau PVC. “Mayoritas olah PET, tapi karena botol itu datang dengan tutup, biasanya tutupnya PE dan lainnya PVC. Jadi sebagian kecil itu juga diolah,” kata dia.
Ia mengaku, biasanya plastik daur ulang yang dihasilkan adalah food packaging, botol, gagang kosmetik hingga dakron sintetis.
Wily mengatakan 90% hasil daur ulang tempatnya bekerja diekspor dan 10% lainnya dikonsumsi di dalam negeri. Biasanya negara tujuan ekspor perusahaannya adalah Australia, Korea, Jepang hingga Amerika.
Willy memperkirakan nilai ekonomi dari daur ulang PET selama satu tahun bisa mencapai Rp1,2 triliun. “Ini kalau dikalkulasikan antara volume botol plastik yang didaur ulang x harga beli botol Rp6.000 kira-kita bisa mencapai Rp1,2 triliun,” tandas Wily. (Gan/S1-25)
Di luar sanksi hukum, WALHI Sumut menekankan pentingnya agenda pemulihan ekosistem yang terencana, terukur, dan melibatkan masyarakat terdampak.
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Baterai kertas umumnya menggunakan substrat berbasis selulosa, yakni kertas, sebagai struktur utama yang digabung dengan material elektroda dan elektrolit yang aman serta mudah terurai.
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Peserta diajak meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian Bumi dari ancaman seperti polusi, perubahan iklim, dan menurunnya kualitas sumber daya alam.
Pekerja mengolah sampah tutup botol plastik di Bank Sampah Kertabumi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Kolaborasi multipihak yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dipandang penting untuk mengatasi sampah laut.
Program pengelolaan sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomis, seperti batako, pot bunga, dan pelat.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved