Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISIONER Komnas HAM M Choirul Anam membenarkan adanya satu staf yang positif terpapar covid-19. Staf itu terpapar dari luar lingkungan markas Komnas HAM.
"Iya, satu orang yang positif. Karena menunggu orang tuanya yang dirawat di rumah sakit," kata Choirul Anam saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (29/7).
Kantor Komnas HAM langsung ditutup usai mengetahui adanya staf yang terpapar virus tersebut. Pelayanan masyarakat dialihkan ke sistem daring untuk sementara.
"Kantor ditutup seminggu ke depan dan akan dievaluasi lagi nanti. Namun pelayanan fungsi bisa via online. Seperti ketika pembatasan sosial berskala besar (PSBB)," ujar Anam.
Baca juga: Komnas HAM Soroti Inkonsistensi Kebijakan Tangani Pandemi
Seluruh pegawai Komnas HAM juga langsung menjalani rapid test. Ini dilakukan untuk memastikan pegawai lain yang tertular di kantor Komnas HAM.
"Iya ini sedang on progres rapid tesnya," tutur Anam.(OL-5)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved