Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM kemarau saat ini sudah mulai nampak, terlihat dari semakin berkurangnya intensitas hujan di Sumatra Selatan. Untuk itu tim patroli
udara Satgas Pencegahan dan Penanganan Karhutlah terus bergerak melakukan pemadaman di sejumlah titik kebakaran.
Hingga Jumat (24/7), dua heli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yakni Heli Kamov 321 dan Heli Sinorsky S61-N telah melakukan 584 bombing dengan menumpahkan sebanyak 2,6 juta liter air ke sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan.
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan pengerahan dua heli tersebut untuk memadamkan sejumlah titik kebakaran di beberapa wilayah. Menurutnya, meski saat ini wilayah Sumsel masih dilanda hujan, namun beberapa kejadian karhutla sudah terjadi.
"Tapi, kebakaran ini tidak terjadi di wilayah yang rawan. Tidak sampai menyebar luas. Sehingga mudah dipadamkan lewat udara," ujar Ansori, Minggu (26/7).
Ansori menuturkan kebakaran yang terjadi kebanyakan di lahan milik warga yang sedang dibuka. Dengan kondisi yang cukup kering lantaran memasuki musim kemarau, dimanfaatkan warga untuk membersihkan lahan.
"Kebanyakan di lahan pertanian warga. Makanya tetap bisa dikendalikan. Beda halnya kalau sudah terjadi di lokasi gambut. Pemadaman pasti sulit dilakukan," imbuhnya.
Selain itu, sumber air untuk melaksanakan bombing juga masih cukup banyak. "Embung air yang telah disiapkan masih tersedia. Sehingga, mempercepat proses pemadaman karena jaraknya yang cukup dekat," terangnya.
Ansori menjelaskan berdasarkan pantauan satelit Lapan, jumlah hotspot di Sumsel sepanjang Januari-Juli sudah mencapai 2.166 titik. Kabupaten Muara Enim masih menjadi wilayah terbanyak yang terdeteksi titik panas dengan jumlah mencapai 429 titik. Lalu, Muba dengan 399 titik dan OKI sebanyak 357 titik.
"Sejauh ini, Muara Enim masih yang terbanyak sebagai penyumbang hotspot di Sumsel," bebernya.
Jumlah titik hotspot di Juli juga masih lebih rendah jika dibandingkan bulan sebelumnya. Di Juli, jumlah hotspot mencapai 196 titik. Jauh lebih
sedikit jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 354 titik. "Titik hotspot paling banyak malahan terjadi di Maret dengan 457 titik. Meski begitu, kita terus waspada. Baik tim udara maupun darat sudah diterjunkan untuk melaksanakan patroli," pungkasnya. (H-3)
Masa transisi bencana di tiga provinsi Sumatra berakhir 30 Maret 2026. Pemerintah percepat pembangunan 36 ribu huntap dan siapkan tahap rekonstruksi.
BNPB peringatkan risiko longsor susulan di TPST Bantargebang akibat hujan deras. Simak update pencarian korban dan daftar nama korban meninggal dunia di sini.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati menjelaskan bahwa peningkatan kesiapsiagaan dilakukan baik di tingkat pemerintah daerah maupun masyarakat.
Hngga kini, banjirasih mengenangi lima kecamatan di Kabupaten Lamongan. Antara loan, Kecamatan Kalitengah, Deket, Turi, Karangbinangun, dan Glagah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved