Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menekankan pemerintah tidak berupaya menutupi data perkembangan kasus covid-19.
Penekanan tersebut disampaikan untuk menjawab pertanyaan di ruang publik terkait sikap pemerintah yang tidak lagi menyampaikan pengumuman secara harian sejak 21 Juli lalu.
"Pemerintah tidak bermaksud menutup-nutupi data. Justru kita ingin mendorong transparansi publik," ujar Wiku di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (24/7).
Baca juga: Pandemi Covid-19, Anak Sulsel Tetap Sehat dan Semangat
Ia mengatakan masyarakat tetap bisa mengakses informasi terkait covid-19, termasuk pembaruan data kasus harian melalui laman https://covid19.go.id/
"Data-data akan diperbarui setiap pukul 16.00 WIB. Data tersebut berasal dari Kemenkes yang memverifikasi data secara nasional," kata Wiku. (OL-1)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved