Selasa 21 Juli 2020, 05:34 WIB

Temu Anak Peduli Dengarkan Suara Anak di Tengah Pandemi

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Temu Anak Peduli Dengarkan Suara Anak di Tengah Pandemi

Dok Program Peduli
Seorang anak memamerkan hasil karyanya yang akan dipamerkan di peringatan Hari Anak

 

MEMPERINGATI Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, Program Peduli yang fokus bekerja melindungi dan mendorong pemenuhan hak-hak anak dan remaja rentan memberi kesempatan pada anak-anak untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan dan alami selama masa pandemi.

Dengan mengambil tema "Aku dan Corona", Program Peduli mengganggap suara anak penting untuk diperdengarkan agar kebutuhan mereka terpenuhi dan perlindungan terhadap mereka dapat dilakukan dengan tepat.

Sekitar 500 anak yang tersebar di lebih dari 30 titik lokasi di seluruh Indonesia antusias menyambut Temu Anak Peduli yang akan diselenggarakan secara virtual pada 21 dan 22 Juli 2020.

Baca juga: MTQ 2020 Dilaksanakan Secara Langsung dengan Protokol Kesehatan

Sebelum acara puncak, para peserta sudah mengikuti beberapa kegiatan sebelumnya di daerah masing-masing. Kegiatan yang dilakukan berupa menggali suara dan aspirasi serta pembuatan karya.

Kegiatan dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan dan peraturan yang berlaku di setiap daerah. Anak-anak dan remaja yang ikut serta berasal dari berbagai latar belakang. Mereka adalah anak dan remaja yang suaranya jarang didengar bahkan sering kali mendapatkan stigma dan diskriminasi dari masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Mereka adalah anak-anak yang berada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), anak yang menjadi korban eksploitasi seksual komersial, anak dari pekerja migran, anak dari penyintas pelanggaran Hak Asasi Manusia, anak dengan disabilitas, anak dari kelompok agama minoritas dan penghayat kepercayaan.

Mereka membuat berbagai macam karya untuk menyuarakan kegelisahan mereka, mulai dari gambar poster, kerajinan tangan, puisi, tarian, lagu, dan lain-lain.

Karya ini akan dipertontonkan pada acara Temu Anak Peduli pada 21 Juli meski berlangsung secara virtual.

Selain itu, mereka juga dengan semangat menyanyikan lagu "Raih Mimpi" yang menjadi lagu tema Hari Anak Nasional selama beberapa tahun belakangan.

Isu pendidikan selama masa pandemi menjadi wacana dan perhatian banyak pihak. Kebijakan belajar di rumah juga menimbulkan persoalan-persoalan baru bagi anak, terutama kesenjangan kualitas pendidikan yang semakin tinggi.

Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan Indonesia mengatakan, "Setiap orang adalah murid, setiap orang adalah guru, dan setiap tempat adalah sekolah." Karenanya, peran keluarga, teman sebaya, dan lingkungan bagi anak selama masa pandemi ini menjadi penting.

Sayangnya, kondisi ideal tersebut hanya dapat dimiliki dan diakses oleh sebagian anak saja. Salah satu anak dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Palembang misalnya mengeluhkan ketika anak-anak lain tidak dapat ke sekolah dan bersekolah daring, mereka yang di LPKA tidak dapat melakukan hal itu.

"Mana sekolah kami? Mana sekolah kami?", katanya.

Situasi pandemi membuat anak-anak di LPKA yang tadinya masih dapat mengenyam pendidikan hanya menghabiskan hari-hari tanpa kegiatan yang berarti. "Kami hanya di kamar, merenung," ujar salah satu anak.

Program Peduli konsisten selalu menyuarakan aspirasi dan harapan anak-anak yang termarginalkan. Terlebih di saat pandemi sekarang ketika proses dan ruang partisipasi menjadi semakin sempit.

Untuk itu, pada 22 Juli 2020, Program Peduli juga menyediakan ruang bagi anak dan remaja untuk dapat menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada pemerintah, meski tetap dilakukan dalam ruang virtual. Penting bagi pemerintah untuk mendengarkan langsung suara anak dan mempertimbangkannya dalam pengambilan keputusan yang lebih inklusif.

Hari Anak Nasional yang diperingati setiap satu tahun sekali menjadi momentum pengingat bagi kita, untuk mendengarkan aspirasi anak serta memenuhi dan melindungi hak mereka, termasuk anak dan remaja rentan.

Di tengah situasi pandemi ini, anak dan remaja juga adalah korban yang terdampak dan seringkali terlupakan. Adalah tugas bersama untuk memastikan #AnakIndonesiaGembiradiRumah dan sesuai dengan tema Hari Anak Nasional tahun ini, jika anak terlindungi, maka Indonesia maju. (RO/OL-1)

Baca Juga

Istimewa

Cegah Omikron Terus Meningkat, Kapolri Tekankan Disiplin Prokes Hingga Vaksinasi Booster

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 19 Januari 2022, 16:41 WIB
Akselerasi percepatan vaksinasi merupakan hal yang harus terus...
MI/ RAMDANI

5 Alasan Disiplin Protokol Kesehatan tetap Penting Walau Sudah Divaksinasi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 19 Januari 2022, 15:25 WIB
Adanya perubahan tentang penetapan masa karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dari 14 hari menjadi 10 hari merupakan bagian...
ANTARA /JESSICA HELENA WUYSANG

Kenaikan Kasus Harian Covid-19 Capai 1.400

👤HUMANIORA 🕔Rabu 19 Januari 2022, 15:20 WIB
Yang perlu diperhatikan adalah penularan pada orang tua, sehingga masyarakat diminta untuk bisa menjaga keluarganya, khususnya orang tua...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya