Rabu 15 Juli 2020, 16:18 WIB

BP2MI Bongkar Praktik Pengiriman Pekerja Migran Ilegal

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
BP2MI Bongkar Praktik Pengiriman Pekerja Migran Ilegal

Antara/Jessica Helena
Sejumlah PMI yang dipulangkan pemerintah Malaysia karena tidak memiliki paspor dan izin kerja.

 

BADAN Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) membongkar kasus pengiriman calon pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural di daerah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Temuan ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga. Petugas kemudian melakukan inspeksi mendadak pada Senin (13/7) lalu.

"Lokasi penampungan tepatnya berada di perumahan Cileungsi, Bogor, yang merupakan rumah tinggal, bukan balai latihan," papar Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam konferensi pers, Rabu (15/7).

Baca juga: Presiden Dukung BP2MI Lawan Sindikasi Penempatan PMI Ilegal

Mengacu pada regulasi, perusahaan penempatan PMI harus menampung calon pekerja di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN). "Tidak memperkenankan siapapun, atas nama apapun, untuk menampung PMI di rumah tinggal. Yang diperkenankan adalah BLKLN. Ini menjadi bukti penyalahgunaan," tegas Benny.

BP2MI juga menemukan dokumen berisi 232 nama calon PMI yang akan dikirim ke luar negeri. Ada tujuh orang yang dijanjikan bekerja ke Malaysia dan Singapura. Termasuk, pasangan suami istri Dewi Purnamasari dan Yanto.

"Saya dijanjikan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Singapura dengan gaji Rp 6 juta per bulan,” tutur Dewi.

Adapun kasus ini sudah dilaporkan BP2MI ke Bareskrim Polri. Ada dua perusahaan yang terseret dalam kasus pengiriman PMI secara ilegal, yaitu PT Sentosa Karya Aditama dan PT Al Zaidi Ikhwan. Nama dua perusahan tercantum dalam ratusan dokumen yang ditemukan di lokasi.

Baca juga: Akibat Pandemi, PMI Takut Tidak Punya Masa Depan

Benny menduga orang yang melakukan perekrutan bernama Mego. Berdasarkan penelusuran, izin PT Sentosa Karya Aditama masih aktif hingga 2020. Sementara itu, izin PT Al Zaidi Ikhwan sudah dicabut 14 Februari 2020.

Lebih lanjut, Benny mengungkapkan direktur PT Sentosa Karya Aditama sudah memberikan klarifikasi bahwa mereka tidak mengenal Mego, serta tidak ada hubungan kerja sama. Sehingga, PT Sentosa Karya Aditama pun akan melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim Polri.(OL-11)

 

 

 

Baca Juga

ANTARA/Prasetia FauzanI

Menag Usulkan PTKI, Pesantren dan Madrasah Swasta Bisa Akses SBSN

👤Humaniora 🕔Kamis 21 Januari 2021, 10:00 WIB
Jumlah madrasah negeri hanya 2018, sementara madrasah swasta mencapai 82 ribu...
Antara

Donor Plasma Konvalesen Animo Tinggi, Sarana Minim

👤(Ata/H-2) 🕔Kamis 21 Januari 2021, 09:55 WIB
Sebanyak 31 dari 236 Unit Donor Darah (UDD) PMI di seluruh kota besar di indonesia disiagakan untuk kelancaran donor plasma...
Antara

Bangun Pabrik Bahan Bakar dari Sawit

👤Ant/H-3 🕔Kamis 21 Januari 2021, 09:25 WIB
Saran kebijakan dibuat para peneliti LIPI sebagai bahan pertimbangan pemerintah, yang didasarkan dari bukti-bukti...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya