Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH, melalui Kementerian Kesehatan, menyebutkan penyakit yang termasuk ke dalam penyakit tidak menular (PTM) merupakan kelompok penyakit yang berpotensi tinggi menjadi penyakit penyerta atau komorbid sehingga akan sangat rentan jika teinfeksi Covid-19. Penyakit yang termasuk dalam kelompok PTM antara lain hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, dan kanker.
Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro menjelaskan terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan bagi para peyandang PTM, antara lain menjaga asupan makanan dan minuman, menjalankan kebiasaan sehat, dan rutin melakukan pemeriksaan ke dokter, terutama pemeriksaan dengan dokter yang telah mengetahui rekam medis para penyandang PTM.
"Konsultasi dengan dokter apabila memungkinkan dengan bantuan telemedis atau konsultasi online. Tentunya diupayakan dengan dokter yang sudah mengetahui rekam medis kita," kata Reisa saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional di Jakarta.
Baca juga: Tetap Waspada Potensi Penularan Covid-19 di Zona Hijau
Reisa juga menyampaikan sembilan tips tambahan bagi para penyandang PTM.
Bagi penyandang PTM yang berusia 50 tahun ke atas, diharapkan tetap tinggal di rumah untuk mengurangi potensi tertular Covid-19.
"Pertama, tetap berada di rumah, terutama bagi yang berusia 50 tahun ke atas," jelasnya.
Kedua, meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, hindari gula, dan lemak berlebih. Selain itu konsultasikan dengan dokter terkait suplemen atau multivitamin yang dapat dikonsumsi.
"Ketiga, jaga jarak minimal 1-2 meter, hindari kerumunan atau keramaian," sebutnya
Mencegah perpindahan droplet yang berpotensi menularkan virus SARS-CoV-2, bisa dilakukan dengan cuci tangan dengan sabun dengan air mengalir selama minimal 20 detik. Jika tidak memungkinkan, gunakan hand sanitizer yang mengandung 60% alkohol.
Selanjutnya, gunakan masker jika harus keluar rumah. Keenam, hindari menyentuh wajah, hidung, mata dan mulut sebelum mencuci tangan.
"Ketujuh, upayakan aktivitas fisik selama 30 menit per hari atau dapat disesuaikan dengan saran dokter guna meningkatkan imunitas tubuh. Namun, hindari aktivitas dengan intensitas yang tinggi," papar Reisa.
Kedelapan, istirahat yang cukup selama 6-8 jam sehari untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik.
Jika mulai merasa stres, bingung, dan takut, bicarakan perasaan tersebut pada orang yang dipercaya. Saling menguatkan dapat menjadi obat dari rasa stres. Terus beribadah, membaca buku, mendengar musik atau melakukan aktivitas lain yang dapat membantu melawan rasa cemas.
Reisa menambahkan bagi masyarakat untuk selalu mengikuti anjuran pemerintah yang disiarkan resmi setiap hari.
"Hanya percaya yang terbukti kebenarannya. Hindari mitos dan hoaks yang membuat Anda panik," tambahnya.
Terakhir, Reisa mengimbau masyarakat yang merasa sehat agar tetap melakukan deteksi dini ke rumah sakit melalui screening minimal enam bulan hingga satu tahun sekali.
Beberapa hal yang perlu dipantau adalah tekanan darah, gula darah, indeks berat badan, dan indikator kesehatan personal lainnya. (OL-1)
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved