Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
DAMPAK dari sisi dan ekonomi dan kesehatan akibat pandemi Covid-19 di Indonesia sangat terasa. Hal itu pun bisa jadi salah satu ujian ketangguhan dan ketahanan bangsa dalam menghadapi situasi krisis. Indonesia dinilai punya modal penting dalam melewati masa krisis itu.
Modal itu menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP Kagama) AKAN Ari Dwipayana, adalah kemampuan beradaptasi bangsa dalam menghadapi berbagai macam krisis.
Salah satunya, kata Ari terlihat dari tatanan sosial masyarakat desa yang mampu membagun ketahanan berbasis kearifan lokal dan solidaritas secara alami dalam menghadapi situasi krisis. Hal itu ditegaskan Ari dalam Webinar bertajuk Desa Inklusif: Basis Solidaritas Bangsa yang digelar Kagama secara virtual.
Kembali ke desa, kata Ari, adalah salah satu cara untuk menata lagi strategi ke depan dalam membangun bangsa ini.
“Saya gembira teman-teman Kagama mulai melihat arti penting desa. Karena desa ini menjadi salah satu kekuatan yang kita miliki sekarang dalam menghadapi berbagai hal, termasuk dalam situasi krisis” ujar Koordinator Staf Khusus Presiden RI itu.
Dalam berbagai kesempatan, kata Ari, Presiden Joko Widodo menekankan strategi yang berbasis pada kearifan lokal dan melibatkan komunitas lokal untuk menangani persoalan kesehatan maupun ekonomi.
Baca Juga: Tangani Korona, Dua RS Pertamina Manfaatkan Teknologi dari Cisco
“Itulah sebabnya desa menjadi ujung tombak yang sangat penting dalam pengendalian krisis,” imbuh alumnus Fisipol UGM tersebut.
Selain itu, pria kelahiran Ubud, Bali itu mengatakan, saat ini yang dibutuhkan adalah solidaritas sosial, yaitu bagaimana elemen bangsa bisa saling bekerja sama, saling membantu, mengingatkan, menolong satu sama lain di tengah situasi yang sulit.
Menurut Ari solidaritas sosial dapat terwujud jika terbentuk kesetaraan sosial dan sikap inklusif seperti keterbukaan menerima keragaman, perbedaan, dan menghargai bahwa setiap warga desa mempunyai peran dalam mengatasi persoalan bersama.
Ari meyakini bahwa pelajaran penting yang dapat diambil dari situasi krisis ini di tingkat desa, baik dalam bentuk membangun kesetaraan sosial, membangun solidaritas, dan inovasi merupakan modal yang sangat kuat di masa depan dalam menata desa yang lebih maju dan berjaya.
“Memang itu tidak cukup dengan diskusi atau sekedar kita bicarakan, namun perlu kita gerakkan dan wujudkan dalam bentuk aksi nyata dan konkrit,” ujarnya.
Selain itu, Ari juga mendorong munculnya inovasi. Di masa krisis ini, kreativitas perlu didorong untuk memunculkan inovasi.
Berbagai inovasi yang muncul, kata Ari, merupakan salah satu bentuk solidaritas yang inovatif. Misalnya yang dilakukan oleh Kagama dengan program canthelan.
“Jadi, solidaritas itu perlu inovasi untuk dijalankan. Bagaimana KAGAMA bisa menginisiasi itu di berbagai tempat, dan bekerja sama dengan berbagai kelompok sosial dan masyarakat desa.”
“Solidaritas dan inovasi itu saling menguatkan saling berkait satu sama lain,” tuturnya.
Selain Ari, hadir dalam webinar tersebut Ketua Umum PP Kagama Ganjar Pranowo dan Sekretaris Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Anwar Sanusi. (RO/OL-7)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved