Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH konservasi mangrove dapat mengurangi 10 persen hingga 31 persen dari estimasi emisi tahunan dari sektor penggunaan lahan saat ini di Indonesia, kata peneliti dari pusat penelitian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Virni Budi Arifanti.
"Jadi potensi mitigasi perubahan iklim sangat tinggi sekali. Tidak hanya memberikan benefit secara ekologis namun juga secara finansial," kata peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) dalam diskusi online Pojok Iklim KLHK yang diadakan di Jakarta, Rabu (13/5).
Karena itu, kata Virni, jika langkah restorasi mangrove yang sudah terdegradasi apabila komponen lingkungannya mendukung maka mangrove dapat memulihkan lingkungannya sendiri dalam 10 tahun.
Selain berperan dalam usaha mengekang perubahan iklim, hutan mangrove ternyata juga dapat berguna dalam mitigasi bencana seperti mengurangi dampak terjangan tsunami ke daratan dan kenaikan level laut.
Mangrove dengan sistem akar yang sangat kompleks dapat menahan gelombang dari tsunami atau ombak dan mengikat sedimen yang ada di ekosistem sekitarnya.
Dengan adanya kemampuan tersebut, akan memberikan kemampuan mangrove untuk menghadapi kenaikan air laut jika vegetasi itu berada dalam keadaan utuh.
Selain itu, jika penanaman mangrove dengan densitas 3.000 pohon per hektare (ha) dan lebar 200 meter dapat mengurangi gelombang tsunami 50-50 persen dan kecepatan tsunami 40-60 persen.
Permasalahannya adalah semakin sedikitnya kawasan mangrove akibat ancaman-ancaman yang berada di sekitarnya seperti alih fungsi lahan, eksploitasi air tanah dan sampah laut.
"Dari semua ancaman itu konversi menjadi tambak adalah menduduki prioritas yang menjadi penyebab utama deforestasi mangrove," kata dia.
Menurut data dari Peta Mangrove Nasional yang diluncurkan 2019 oleh pemerintah, Indonesia memiliki 3,31 juta ha luasan mangrove dengan 2.673.583 ha dalam kondisi baik dan 637.624 ha dengan kerapatan jarang. (OL-12)
Berbeda dengan aksi penanaman biasa, program ini mencakup pendampingan nursery (pembibitan) bagi masyarakat lokal.
Kementerian Kehutanan terus memperkuat rehabilitasi ekosistem mangrove di kawasan pesisir melalui Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).
Direktorat Rehabilitasi Mangrove memperkuat upaya membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pelibatan generasi muda lewat program Mangrove Goes To School (MGTS).
Dari perairan yang sempat minim kehidupan, terumbu karang kini kembali berwarna dan mangrove tumbuh semakin kokoh di pesisir Desa One Ete dan Pulau Bapa, Kabupaten Morowali. Rehabilitasi
Program ini bertujuan untuk mendorong kepedulian dan aksi nyata terhadap lingkungan agar tercipta masa depan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan layak bagi generasi mendatang.
Para peserta Mangrove Impact Fellowship tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung aplikasi teknologi dalam konservasi melalui peluncuran Platform Mandara milik KLHK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved