Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Danardi Sosrosumihardjo mengungkapkan, pengobatan pasien penyakit jiwa tetap berjalan baik di masa pandemi covid-19. Selain itu, dirinya pun memastikan bahwa ketersediaan obat bagi pasien tetap aman.
"Saya memantau pasien-pasien saya di RS Premier Jatinegara dan Mitra Keluarga Kelapa Gading, tidak ada masalah memperpanjang obatnya. Dari info teman-teman sejawat juga tidak ada yang komplain masalah ketersediaan obat pskiatri," kata Danardi kepada Mediaindonesia.com, Kamis (7/5).
Sejalan dengan itu, Sekretaris Jenderal Ikatan Apoteker Indonesia Noffendri menyatakan, hingga saat ini distribusi obat untuk pasien penyakit jiwa ke RS dan apotek tetap berjalan sebagaimana mustinya.
"Sampai saat ini belum ada gangguan yang berarti. Karena perdagangan besar farmasi (PBF) masih berjalan seperti biasa," ungkapnya.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan Fidiansjah menambahkan, apabila terjadi keluhan kelangkaan obat di beberapa tempat, maka hal tersebut merupakan pengaruh dari perlambatan distribusi logistik yang disebabkan oleh pembatasan sosial berskala besar (PSBB)
"Dalam situasi PSBB tentunya terjadi perlambatan karena delayed distribusi logistik secara keseluruhan," katanya.
"Karena obat jiwa adalah obat keras tertentu (OKT) atau psikotropika, maka pelayanan suplai sangat terbatas," imbuhnya.
Di samping itu, layanan di Apotek mewajibkan masyarakat untuk menebus obat dengan dilengkapi resep dokter spesialis kesehatan jiwa yang menangani.
"Sering terjadi pihak keluarga datang ke Apotek tanpa resep/copy resep yang sah sehingga pihak apotek tidak dapat melayani dengan menyampaikan alasan obat kosong," katanya.
Namun begitu, dirinya memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan Ditjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes agar stok obat untuk pasien jiwa tetap aman selama pandemi covid-19.
Adapun, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga telah membuat panduan penatalaksanaan untuk pskiater yang bertugas selama pandemi covid-19.
IDI mengimbau kepada seluruh psikater agar tetap memberikan pelayanan kepada pasien untuk menghindari putus obat. Pelayanan yang dilakukan secara langsung pun harus mengikuti protokol pencegahan covid-19. (OL-2)
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
KEWASPADAAN terhadap ancaman gangguan kesehatan mental anak dan remaja harus ditingkatkan dan menjadi kepedulian bersama untuk segera diatasi.
Skizofrenia merupakan gangguan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan zat biokimia atau neurotransmiter di dalam otak.
Sangat penting untuk seorang penderita Skizofrenia maupun GB bisa cepat terdiagnosis dan mendapatkan penanganan medis yang tepat oleh personel medis yang kompeten.
Seorang wanita berusia 23 tahun berinisial A nekat melompat dari lantai 19 Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Aksi itu ia lakukan lantara panik saat mengetahui ada ODGJ di unit kamarnya.
OCD dicirikan oleh dua elemen utama, yaitu obsesi dan kompulsi, yang terjadi berulang kali dan sulit untuk dikendalikan oleh penderitanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved