Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
ASISTEN peneliti Plasma Konvalesen RSCM, William mengungkapkan pihaknya telah menerima sejumlah pendaftar yang hendak mendonorkan plasma darahnya untuk pasien covid-19.
"Untuk donor responnya baik, dan sedang kami rekap," kata William kepada Media Indonesia, Rabu (5/5)
Adapun, saat ini pendonor tersebut masih masuk ke dalam seleksi tahap pertama. Nantinya, apabila memenuhi kriteria, maka pendonor akan datang ke RSCM untuk melakukan skrinning lebih lanjut. Namun, William belum bisa menyebut berapa banyak orang yang telah bersedia untuk mendonorkan plasma darahnya.
Terpisah, Tim Peneliti Plasma Konvalesen RSCM/ FKUI Elida Marpaung menyatakan, mengumpulkan pendonor plasma konvalesen bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan kriteria ketat sehingga tidak semua orang bisa mendonorkan plasmanya.
"Kami target 30 orang (pendonor). Yang jadi masalah plasma yang nanti kita berikan apa bisa untuk 30 orang. Karena pengambilan plasma juga harus memerhatikan golongan darah pasien. Makanya nanti kita akan siapkan sesuai dengan kebutuhan pasien," tuturnya.
Baca juga : Yuri: Jumlah Pasien Positif Covid-19 12.071, Sembuh 2.197
Selain itu, calon pendonor juga harus memenuhi kriteria skrinning, mulai dari usia yang ada dalam rentang 17-65 tahun, hingga kriteria antibodi yang harus dipenuhi.
Namun, dirinya memastikan donor plasma darah tidak akan membahayakan kondisi pendonor jika dilakukan dengan tata cara yang benar.
"Pengambilan darah menggunakan metode apheresis. Darah yang diambil tidak lebih 10% dari darah yang ada pada donor sehingga tisak pengaruhi hemodinamika darah pendonor," jelasnya.
Untuk diketahui, sejumlah dokter dan peneliti memiliki inisiatif untuk melakukan terapi plasma konvalesen bagi pasien covid-19 di Indonesia. Dalam hal ini, RSCM bekerjasama dengan FKUI untuk melakukan penelitian.
Terapi tersebut merupakan terapi yang melibatkan pemberian plasma dari donor pasien covid-19 yang sembuh kepada pasien covid-19 yang masih menderita penyakit tersebut.
Terapi plasma konvalesen sebelumnya sudah diterapkan dalam mengatasi penyakit akibat virus ebola dan merupakan terapi yang direkomendasikan oleh WHO pada 2014. Terapi ini juga diterapkan di Hongkong saat ada wabah SARS-CoV- pada 2003, H1N1 pada 2009-2010 dan MERS-CoV pada 2012.
Saat ini terapi plasma konvalesen untuk pasien covid-19 sudah dilakukan di Wuhan, Tiongkok dan sementara berlangsung di New York, Amerika Serikat (AS). (OL-7)
Bagi Anda yang ingin menghindari ketergantungan bahan kimia, berikut adalah panduan cara menurunkan asam urat secara alami.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved