Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengungkapkan pihaknya masih menyiapkan seluruh protokol untuk proses pengambilan hingga pemberian plasma darah di rumah sakit sebagai terapi plasma konvalesen untuk pasien positif terinfeksi virus covid-19.
“Kalau protokolnya semua sudah siap secara teknis. Cuma kita mau simulasikan semuanya sesuai dengan kaidah etik dan peraturan yang berlaku. Makanya kita juga mengadakan pembicaraan dengan Kementerian Kesehatan, Badan POM, dengan Biofarma, PMI dan juga organisasi profesi untuk memastikan semuanya bisa berjalan dengan baik dan aman,” kata Amin, Selasa (28/4).
Amin menargetkan dalam dua-tiga minggu ke depan pihaknya bisa mulai mengumpulkan plasma darah. Dia menuturkan proses ini memang harus dilakukan dengan hati-hati dan membutuhkan waktu yang cukup lama.
Baca juga: Pemerintah Jamin Data Kasus Covid-19 Diverifikasi Ketat
“Mengambil plasmanya kan mesti diuji dulu, termasuk bagian yang harus dilakukan. Jadi, kita tidak hanya sembarangan mengambil. Atau mengundang orang yang baru sembuh, kemudian diminta darahnya langsung diberikan. Tidak demikian," papar Amin.
Jadi, lanjutnya, kita mesti pastikan dulu donornya itu memang sesuai dan dalam keadaan sehat. "Kemudian virusnya negatif. Antibodinya cukup untuk diuji. Kita butuh waktu untuk menguji antibodi karena itu akan diuji langsung terhadap virus yang hidup di dalam sel yang hidup. Jadi, butuh waktu sekitar satu sampai dua minggu,” terang Amin.
Nantinya, para pendonor bisa mendonorkan darahnya di 15 unit transfusi darah milik PMI yang sudah bersertifikat dan unit transfusi darah di RSPAD Gatot Subroto. (OL-14)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved