Selasa 28 April 2020, 15:50 WIB

Pemerintah Jamin Data Kasus Covid-19 Diverifikasi Ketat

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Pemerintah Jamin Data Kasus Covid-19 Diverifikasi Ketat

Antara/Yulius Satria
Dengan mengenakan masker, pengendara motor melintasi mural dukungan terhadap tenaga medis.

 

PEMERINTAH melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menjamin data perkembangan kasus covid-19 di Indonesia telah diverifikasi, divalidasi berulang kali dan tidak ada yang ditutupi.

"Data yang sudah disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 sudah melewati verifikasi dan validasi cukup ketat," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Didik Budijanto, dalam telekonferensi dari Graha BNPB, Selasa (28/4).

Baca juga: Data: Penyebaran Covid-19 Melambat di Kawasan ASEAN

Kementerian Kesehatan menekankan tidak ada data yang ditutup-tutupi. Jika ada data yang berbeda, baik di tingkat daerah maupun tingkat pusat, disebabkan perbedaan waktu penutupan perhitungan.

Alur pengumpulan data covid-19 di Indonesia berawal dari laboratorium jejaring Badan Litbang Kesehatan Kemenkes, kemudian dikirim dan dikompilasi di laboratorium Balitbang Kesehatan Kemenkes. Pada tahap ini, Balitbang Kesehatan Kemenkes melakukan validasi dan verifikasi data agar sesuai dan tepat.

"Karena ada beberapa orang yang pemeriksaannya bisa satu sampai empat kali. Oleh karena itu perlu validasi dan verifikasi," imbuh Didik.

Baca juga: Jokowi Minta Data Covid-19 Terbuka dan Terpadu

Selanjutnya, data dari Balitbang Kesehatan Kemenkes dikirim ke Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (PHOEC) Kemenkes. Di situ juga dilakukan proses validasi dan verifikasi. PHOEC turut menerima data dari dinas kesehatan setiap provinsi di seluruh Indonesia terkait penelusuran epidemiologi.

Data yang diberikan dinas kesehatan provinsi juga mencakup informa jumlah spesimen dan jumlah orang yang diperiksa. Berikut, hasil positif dan negatif dari pemeriksaan setiap daerah, data orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

Kemudian, PHOEC meneruskan data tersebut kepada Pusat Data dan Informasi Kemenkes yang melewati proses verifikasi dan validasi. Data yang dihimpun Pusat Data dan Informasi Kemenkes selanjutnya disimpan di sistem gudang data, yang juga terintegrasi dengan sistem Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19.

Baca juga: Gugus Tugas Covid-19 Berpedoman pada Data Kemenkes

Setiap ada data baru di gudang data Kemenkes, secara otomatis data tersebut juga diperbarui di sistem data Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 dalam waktu 12 menit. Dalam hal ini, data yang disampaikan Kementerian Kesehatan diharapkan dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan strategis penanganan covid-19.

Masyarakat juga diminta memperbarui informasi terkait kasus covid-19 di wilayahnya. Hal itu penting untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak tertular virus mematikan. Pemerintah juga meluncurkan satu data Covid-19 yang terintegrasi dalam satu sistem, sehingga menutup celah perbedaan data.(OL-11)

 

 

Baca Juga

Medcom.id

Sudah 63.029 Desa Terima BLT Dana Desa

👤Iam/X-7 🕔Kamis 28 Mei 2020, 07:10 WIB
Beberapa masalah terhambatnya penyaluran BLT dana desa, antara lain adanya kepala desa yang baru dilantik saat penyaluran BLT. Selain itu,...
MI/FERDINANDUS RABU

Mengunjungi Rumah-Rumah demi Minat Baca Anak

👤Ferdinandus Rabu/X-7 🕔Kamis 28 Mei 2020, 06:50 WIB
Upaya yang dilakukan dari rumah ke rumah itu bertujuan agar minat baca anak tetap terjaga di tengah pandemi covid-19 saat...
Antara

Tidak Ada Kasus Baru di 7 Provinsi

👤Ifa/Pra/X-10 🕔Kamis 28 Mei 2020, 06:35 WIB
Hingga kemarin, sebanyak 6.057 pasien covid-19 dinyatakan sembuh. Angka itu meningkat sebanyak 180 orang dari hari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya