Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mempertanyakan kebijakan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan menyampingkan karantina wilayah (lockdown).
Efektivitas PSBB perlu dikaji kembali mengingat kasus pasien covid-19 di Indonesia terus bertambah. “Kebijakan PSBB seharusnya tetap diikuti dengan kampanye social distancing maupun physical distancing. Sehingga, masyarakat tetap memiliki kesadaran untuk saling menjaga jarak,” ujar Ketua Komite II DPD RI, Yorrys Raweyai, dalam keterangan resmi, Jum’at (24/4).
Senator asal Papua itu menkankan penegak hukum harus mengantisipasi kenaikan angka kriminalitas. Berdasarkan evaluasi Polri, terjadi peningkatan angka kejahatan sebesar 11,8% selama penerapan PSBB di beberapa daerah.
Baca juga: Angka Kasus Covid-19 di Indonesia Diproyeksi Tembus Angka 50 Ribu
“Jenis kejahatan yang terjadi didominasi tindakan pencurian dengan sasaran minimarket,” pungkas Yorrys.
Lebih lanjut, dia mendesak BNPB untuk berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga (K/L) dalam mengatasi dampak sosial dan ekonomi pada seluruh lapisan masyarakat. “Utamanya masyarakat berpenghasilan rendah terkait penerapan PSBB,” ucapnya.
Komite II DPD RI juga berharap penanganan dan pencegahan covid-19 dilakukan secara menyeluruh dari tingkat kabupaten/kota hingga perdesaan. Oleh karena itu, peran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan desa harus saling bersinergi.
“Seluruh rantai koordinasi harus jelas. BNPB dan BPBD harus dapat memastikan seluruh relawan yang terjun ke masyarakat mempunyai pengetahuan. Terlebih, kebanyakan masyarakat yang tinggal di daerah perdesaan adalah kelompok umur yang rentan terhadap penyebaran virus,” tutur Yorrys.
Baca juga: Langgar PSBB, Tidak Ada Denda Untuk Perusahaan
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB, Doni Monardo, mengungkapkan rasio jumlah dokter dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini 1:1.300 orang. Sedangkan jumlah dokter spesialis paru sangat terbatas, sehingga hal ini menjadi permasalahan.
“Selain itu, rasio anggaran kesehatan dan jumlah rumah sakit yang tersebar di Indonesia masih sangat kecil,” terang Doni.
Doni menambahkan BNPB berupaya memaksimalkan tenaga relawan medis dan non-medis. “Relawan tingkat desa juga kami gerakkan, sehingga dapat menggerakkan edukasi dan sosialisasi,” katanya. Wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, lanjut dia, memiliki keterbatasan dalam hal jumlah laboratorium dan alat kesehatan. Kapasitas laboratorium dan kemampuan regional untuk pemeriksaan massal di seluruh Indonesia masih perlu ditingkatkan.(OL-11)

Selama ini, dinamika keluar masuk atlet Pelatnas di akhir tahun berfungsi sebagai instrumen evaluasi.
Prabowo menunjukkan optimisme terhadap keberlanjutan program prioritas pada periode 2026-2027.
Kemenimipas melakukan evaluasi atas sejumlah kendala yang masih dihadapi sepanjang 2025, baik dalam aspek pelayanan, koordinasi, maupun adaptasi kelembagaan.
Program MBG yang disalurkan oleh SPPG Mutiara Keraton Bogor yang dikelola oleh Jimmy Hantu atau Sujimin berjalan lancar di SMP Negeri 1 Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
TKA pada akhirnya bukan sekadar instrumen teknis melainkan fondasi moral untuk memastikan setiap anak Indonesia dinilai dengan ukuran yang setara.
Mardani juga mendorong pemerintah pusat untuk melakukan reformasi menyeluruh, mulai dari sistem pemilihan kepala daerah hingga mekanisme pembinaan dan pengawasan.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved